Selamat bertambah usia untukku. Di tengah perayaan sederhana yang kuhidupkan lewat tulisan ini, aku memilih tema “Pria Tidak Berdaya” sebagai cermin perjalananku. Bukan untuk meratapi nasib, tapi untuk memeluk kejujuran—tentang diriku, tentang hidup, dan tentang harapan yang masih kugenggam erat meski kadang terasa rapuh. Dalam bahasa Indonesia, “berdaya” berarti punya kekuatan, kemampuan, atau kemauan untuk menghadapi hidup—entah itu menyelesaikan masalah, mengejar mimpi, atau sekadar bangun dari tempat tidur dengan semangat. Tapi di usia ini, aku merasa berada di sisi sebaliknya: tidak berdaya. Bukan karena aku menyerah, tapi karena hidup terasa seperti permainan yang aturannya terus berubah, dan aku sering kehabisan napas untuk mengejar. Hampa di Tengah Keramaian Di usia 39, aku melihat banyak pria seusia ku hidup dalam ritme yang sepertinya lebih “hidup”. Mereka punya pekerjaan yang memberi kepastian—gaji bulanan yang datang tanpa drama, hanya perlu mengatur apa yang masuk ke ...
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Pertama Kali Menempuh Waktu Lebih Dari 6 Jam Buat Acara Pernikahan
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
[Ini adalah artikel ke-14 kategori Causeway] Satu lagi seorang kakak yang harus dilangkahi adiknya yang duluan nikah. Saya nggak tahu bagaimana perasaannya, yang pasti wajah mereka ikhlas. Mungkin ini yang disebut rela berkorban buat keluarga.
Selain Amar, Difa sudah lebih dulu dilangkahi oleh adik perempuannya. Kini adik keduanya tersebut sudah memiliki anak yang cantik dan lucu. Sekarang kejadian kembali terulang. Kapan Amar dan Difa menyusul kedua adiknya yang duluan nikah?
Sebelum bertanya hal tersebut kepada mereka, mereka pasti akan menodong duluan kepada saya. Kapan kamu nyusul juga. Umurmu lebih tua dari kami berdua. *nyesek langsung.
Banyak kisah
Saya melanjutkan cerita yang sebelumnya saya publish di Fans page Facebook saya. Tanggal 14 Agustus 2016, minggu pagi, kami sekeluarga berangkat menuju rumah Amar yang ada di Bumiayu. Amar sendiri sudah balik sebelumnya.
Keberangkatan kami dari rumah sudah lumayan buat nggak enak disekitar. Maklum warga komplek sedang ada acara di depan rumah. Entahlah, mengapa baru tahun ini banyak kegiatan ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Maksud saya kegiatan yang ditaruh di dekat rumah.
Rasa nggak enak hati tadi kami biarkan pergi seiring kendaraan yang melaju pergi. Prediksi saya, kita akan sampai siang hari. Minimal 4-5 jam jarak dari Semarang ke Bumiayu.
Diluar dugaan ternyata meleset. Awalnya saya yang nyetir kemudian memberikan kepada Difa, tidak menyangka jarak tempuh kami melewati 6 jam lebih. Pukul 5 sore kami tiba di rumah Amar. Untuk diketahui, start awal kami dari jam 10 pagi.
Penyebab perjalanan lambat kami ini karna rute yang kami ambil tidak biasa. Meski sudah menggunakan GPS, beberapa jalan yang terselip membuat kami mendapatkan rute yang berbeda. Kemacetan sebelum masuk Pekalongan juga menjadi penyebab. Namun paling fatal tetap rute yang salah ambil.
Buat saya sendiri, ini merupakan pertama kali mendatangi acara pernikahan lebih dari jam 6 dan melewati beberapa kota seperti Kendal, Pekalongan, Tegal, Brebes dan lainnya.
Mau nggak mau deh, kami bergantian menyetir mobil. Saya sendiri cuma sekali pas awal-awal pergi. Karena tidak memiliki SIM alias tidak diperpanjang, saya sekarang sudah tidak berani membawa kendaraan keluar kota.
Acara sudah selesai
Kisah belum selesai meski sudah sampai tujuan dengan selamat. Karena kelamaan di jalan, acara tentu sudah selesai. Kami merasa tidak enak sendiri karena keterlambatan kedatangan kami. Untunglah, keluarga Amar dan mempelai menerima kami dengan sangat baik.
Kurang dari 2 jam kami berada di sana. Biar tidak semakin larut malam berada dalam perjalanan, kami memutuskan pulang setelah magrib. Dalam perjalanan pulang, Difa dan suami Karin terpaksa saling bagi menyetir.
Malam yang semakin gelap dan hanya ditemani cahaya lampu jalanan baik lampu penerang maupun kendaraan menjadi teman dikala sepi. Beberapa kali gundukan dan lubang di jalanan yang kita lewati hanya bisa membuat kami tetap terjaga. Sangat letih untuk pulang. Untunglah lebih cepat dari perjalanan berangkat.
...
Selamat buat kedua mempelai. Semoga menjadi keluarga bahagia dan berhasil membangun bangsa kecil dari calon penerus kelak. Pertama kalinya juga setelah sekian lama, keluarga ini tidak pergi keluar bersama-sama.
[Artikel 17#, kategori Tips] Saya sudah menghitung kira-kira berapa kuota yang dihabiskan untuk menonton siaran langsung sepakbola via streaming. Tentu Anda sekarang bisa mengukur biaya untuk menghabiskan kuota apabila tim kesayangan Anda akan bertanding hari ini.
Begini rasanya ketika mertua datang ke rumah, nggak enakan. Padahal, cuma menjenguk cucu kesayangan. Tapi rasa malas yang biasa dirasakan sebelum nikah, berubah rasa risih. Serba salah, pokoknya.
[ Artikel 4#, kategori kopi ] Sebagai peminum kopi sachet yang berharap dapat harga lebih murah, saya tercengang bulan ini karena harganya naik. Dulu, saya bisa mendapatkannya hanya Rp6.500 saja. Sekarang? Harganya naik jadi Rp8.800. Beberapa tempat mungkin berbeda, bahkan lebih mahal. Kopi andalan dengan merek Nescafe Classic ini biasanya saya minum 2x sehari. Sekarang kudu mikir lagi. Nilai tukar rupiah melemah Saya sempat bertanya kepada pemilik warung kelontong di dekat tempat tinggal alasan harga kopi ini jadi naik harganya. Katanya itu dampak dari nilai tukar rupiah sedang melemah. Sebagai orang yang bukan dari kalangan ekonom, tentu saya tidak terlalu mengerti. Nilai rupiah melemah terhadap dollar Amerika Serikat ternyata sangat berdampak dengan kondisi barang-barang yang jadi naik katanya. Nilai rupiah sekarang, saat tulisan ini saya posting , berada di angka 16 ribuan lebih untuk nilai 1 dollar-nya. Sepertinya itu tinggi sekali, bukan? Tidak ada ampas Ada banyak merek sebenarn...
[ Artikel 3#, kategori manajement ] Mendengar istilah split, pikiran saya tertuju pada fitur video editor yang sering digunakan untuk membuat potongan video. Namun kali ini sedikit berbeda. Istilah ini merujuk pada jadwal atau absensi karyawan, terutama tentang hotel. Tulisan ini bukan tentang pengalaman saya yang sedang bekerja di hotel. Bukan, bukan. Saya masih tetap seorang pemilik blog saja atau bloger. Istilah ini saya dengar dari Dia. Sistem shift Saya benar-benar tidak mengerti awalnya ketika dia bercerita dan menderita karena sistem shift ini. Sebagai anak trainee, ia sebenarnya juga bukan kali ini memiliki pengalaman seperti ini. Hanya saja, saya yang ikut mendengarnya merasakan betapa tidak menyenangkan ketika dia mendapatkan jam split dalam kurun waktu tertentu. Dan sekarang saya sudah mengerti. Dan mencoba memahami segala aktivitasnya ketika ia mendapat giliran jam kerja seperti ini. Dari blog exxotel.wordpress.com , saya menemukan durasi waktu untuk jam split sep...
Istilah pacaran jarak jauh atau LDR sudah banyak kita dengar dan lazim. Saya pun pernah mengalaminya dan akhirnya kandas semua. Tapi kalau pasangan suami istri LDR?
Komentar
Posting Komentar