Cancer : Tidak Bisa Move On Dari Masa Lalu


[Ini adalah artikel ke-5 kategori Cancer] Saya senang bisa berkumpul dengan mereka lagi meski sebenarnya saya ingin menjaga jarak dengan mereka. Saya masih trauma dengan kegagalan saya dimasa lalu.

Saya bingung mau nulis apa buat hari ini. Sudah mencari di notebook (buku) yang berisi ide-ide yang saya tulis saat saya mendengarkan isi kepala saya, dan bahkan mencari di notepad, sama seperti notebook yang berisi ide-ide pikiran saya. Saya memang begitu, setiap ada ide atau inspirasi, saya selalu menuliskannya meski hanya sekedar judul.

Akhirnya saya menemukan juga ide postingan ini lewat evernote. Yang belum tahu Evernote mungkin saya jelasin sedikit. Evernote ini adalah aplikasi yang saya taruh di smartphone saya. Seperti notepad, aplikasi ini bisa buat catatan. Dan bagusnya lagi bisa diakses via dekstop. Yang artinya tinggal buka alamat webnya. Semua ide kita akan terekam di sana.

Bintang Cancer

Sebagai bintang Cancer saya sebenarnya adalah pribadi yang ramai. Namun terkadang, saya bisa juga diam membisu. Katanya orang seperti ini memiliki dua kepribadian atau istilahnya ambivert.

Soal tidak bisa move on dari masa lalu saya dapatkan artikelnya dari site liputan 6. Isinya seperti di bawah ini :

Mungkin banyak orang yang tidak menyangka karakter pendiam dan tertutup dari Cancer ternyata membawa kesuksesan bagi seorang Cancer. Seorang Cancer selalu berusaha mencari apa passion mereka, dan ketika mereka sudah mengerjakan apa yang mereka senangi, tidak ada yang bisa menghentikan mereka hingga mereka sukses.

Seorang Cancer juga adalah pribadi yang tidak bisa move on dari masa lalunya. Hal ini bukan berarti tidak baik, Cancer selalu berusaha melihat kesalahan di masa lalunya dan mencoba untuk memperbaiki diri dan mencegah kesalahan itu terulang kembali.

Tentang tidak bisa move on

Mungkin ini benar, saya tidak bisa move on dari masa lalu. Saya adalah orang paling marah dan sedih saat mengatakan dotsemarang bubar. Saya adalah orang yang melepaskan pasangan dan tidak mengejarnya seperti film-film drama Korea atau India.

Saya benar-benar kejam dan bahkan tidak peduli lagi dengan apa yang namanya kebaikan. Saya mulai tidak percaya lagi dengan yang namanya pertemanan, hubungan atau apalah. Semua itu membuat saya lebih senang hidup sendiri. 

Padahal, saya adalah orang yang lumayan membangun banyak ikatan. Mudah tersenyum, berkorban dan pandai merayu wanita tentunya. Namun jika ditanya sekarang apakah saya masih bisa seperti dulu, maka saya katakan tidak.

Saya takut. Takut ditinggalin lagi, takut menangis lagi, dan takut menjadi baik. Ketakutakan yang akhirnya saya mudah melepas ikatan, mudah pergi dan mudah meninggalkan. 

Sama hanya dengan perjalanan kisah asmara, saya menegaskan diri bahwa saya bukan playboy. Mana ada playboy yang bermain dengan sepeda lalu mengajak gebetannya pergi. Nggak ada. 

Saya akan bersikap acuh atau cool dikala sang wanita dirasa tidak memberi sinyal. Saya benci wanita yang minta dikejar terus. Memang kodratnya seharusnya saya sebagai laki-laki. Tapi saya masih tidak bisa move on dari masa lalu. Saya lagi-lagi merasa takut bahwa mencintai membuatnya pergi.

...

Saya mengerti bahwa tidak semua orang memiliki sifat sama seperti saya. Meski zodiaknya sama-sama Cancer. Harap maklum, saya generasi yang masih percaya dengan beginian.

Saya senang bisa berjumpat dengan mereka lagi. Jangan berpikir saya berubah, saya masih sama saja kok. Dapat mencairkan suasana dengan lebih ramai. Yang ditakutkan adalah saat kita tidak duduk satu meja atau ada kepentingan. Jangan harap saya mendatangi mereka.

Selamat hari selasa, semuanya.

*Saat saya jatuh, saya selalu berharap menangkap tangan seseorang yang datang ingin menolong saya.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nonton Film Pengabdi Setan