Belajar Dari Ibu yang Sedih dan Pria Dablek (2)


Lagi, kejadian seorang ibu-ibu menangis kembali. Entah siapa yang benar atau disalahkan. Apalagi keduanya baru mengenal satu dengan yang lain beberapa bulan saja. Berbeda dengan saya yang lebih dari 5 tahun, soal pemahaman karakter mungkin bisa dibilang saya sudah paham. Saya tidak mengerti mengapa ini terjadi lagi.


Pagi hari, saya dicurhati seorang wanita yang biasa saya panggil ibu. Siapa dia, silahkan Anda tebak sendiri saja. Sambil berbicara, tak lama matanya pun berbinar-binar dan kemudian keluarlah air mata.

Beliau seolah disalahkan dengan sesuatu yang dirasa bukan dia seorang yang melakukannya. Nasi sudah jadi bubur, komunikasi pemuda dablek ini memang tidak begitu baik terhadap beliau. Ini berbeda saat ia bertemu dengan banyak orang, tokoh maupun pejabat yang pandai berkomunikasi.

Saya tak meyangka ini kembali terjadi. Padahal sesuatu tersebut pernah dilakukan setahun lalu dan kasusnya juga kurang lebih sama. Apa yang merasuki pria ini, benarkah pria dablek sudah 100 persen menjadi labelnya?

Saat ini saya belum mengambil sikap terkait keduanya. Mungkin hanya ibu itu saja yang merasa gimana dengan pemuda tersebut. Padahal pria dablek itu sedang tertidur pulas tanpa merasa bersalah.

Pelajarannya

Mungkin ini yang dirasakan masyarakat yang kesal dengan Ahok yang punya gaya bicara apa adanya alias ceplas-ceplos. Dan mereka yang tidak kuat mental tentu hanya bisa meneteskan air mata karena ucapan yang tak seberapa (bagi si pria dablek) ternyata sangat tajam.

Manusia tempat salah, dan seharusnya mereka belajar dari kesalahan-kesalahan yang sudah dilalui. Ini bukan drama film, ini nyata. Bahwa menjadi orang baik dengan maksud baik itu belum tentu dianggap baik. Kita harus lebih berhati-hati dan memperlakukan orang harus berbeda juga.

Semoga semua diberikan kebaikan dan kembali bahagia.

*Tak sengaja, saat kejadian ini saya tulis, saya malah ketemu dengan tulisan saya setahun lalu yang kasusnya sama. Apakah ini semacam peringatan? Di sini artikelnya. 

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wah, Tri Luncurkan Paket Sahur Alias Paket Malam yang Aduhai