Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Kebodohan Hari Ini, Lupa Matiin Air

[Artikel 79#, kategori rumah] Saya mendapat pukulan berharga yang mungkin akan saya ingat sepanjang masa. Tentang bagaimana saya tidak sengaja lupa mematikan air yang biasa dinyalakan tiap dini hari. Jika diingat lagi, kata hati saya sebenarnya menyuruh mengecek sebenarnya. Tapi?

Tempat penampungan air yang beberapa hari sekali saya isi dengan air PDAM mendadak airnya lumer ke luar saat dini hari tadi, Sabtu (14/12). Eh, seketika perasaan saya kacau dan menyalahkan diri sendiri. Ini memang bukan kejadian sekali dua kali, namun kali ini paling parah.

Masalahnya jika ini benaran kelupaan, maka airnya nyala hampir 24 jam. Astaga..saya terus berusaha mencari pembenaran dan anehnya tutup air kok terbuka? Saya jarang sekali membukanya, kecuali ada petugas penghitung meter yang lewat.

Dengarkan kata hati

Saya masih menerka-nerka apakah benar air yang dinyalain dan tutup meteran terbuka karena ulah saya? Mengingat kondisinya kemarin hujan seharian dan saya tidak keluar kamar dini hari.

Meski begitu, ada pembelajaran yang saya dapatkan tentang bagaimana seharusnya saya bisa mendengarkan kata hati tiap melintas dalam pikiran. Semuanya telah terjadi, berkelit saja hanya menambah beban pikiran saja. 

Semoga ini terakhir kalinya saya melakukan kebodohan.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini