Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Mendadak BAB Keras, Pantat Terasa Nyeri!

[Artikel 51#, kategori kesehatan] Saya benar-benar khawatir ketika BAB mendadak keras seperti batu pagi ini (30/12). Ini kali pertamanya saya alami dan seketika pikiran melayang ke mana-mana, terutama tentang pekerjaan yang selalu di depan laptop. Bakal sulit duduk?

Parah-parah, kirain kemarin hanya bercanda. Maksudnya kejadiannya dari kemarin, saya pikir itu hanya butuh dorongan atau melewati hari saja. Namun pada hari ke-2, rupanya saat BAB lagi tetap sama. Keras seperti batu.

Pantat sakit

Sakitnya parah, apakah ini yang dinamakan sembelit? Kenapa kotorannya tidak keluar-keluar, bahkan saat mengejan dengan sangat keras juga.

Tanpa sadar, pantat bagian *maaf bagian dubur sakit banget. Saya akhirnya menyerah, tidak jadi BAB karena khawatirnya iritasinya membuat lecet dan berdarah. Saya benar-benar menderita di dalam kamar mandi. Apalagi menjelang akhir tahun, situasi yang membuat awal 2025 bakal tidak mudah?

Dampak BAB keras, pantat terasa tidak nyaman. Membayangkan sebuah batu yang ada di pantat, mau dikeluarkan sakit banget. Situasi yang saya rasa penuh dengan penderitaan.

Bersepeda

Saat mencari kondisi ini di Google, beberapa penyebabnya karena kurang mengonsumsi makanan berserat, kurang minum dan kurang berolahraga. Padahal kondisi ini sudah saya penuhi semua. 

Namun diantara alternatif untuk mengobatinya, saya melihat cara memperlancar BAB dengan bersepeda? Eh??? Beberapa hari ini memang saya banyak di kamar saja, apalagi menjelang tahun baru. Ngapain juga harus keluar.

Akan tetapi pandangan tersebut berubah karena masalah BAB. Setelah akhirnya menunda BAB, saya langsung ngegass bersepeda tipis-tipis ke luar. Sekalian ngambil beberapa konten yang sudah saya rencanakan.

Satu jam berlalu, saya pulang dan mencoba kembali menyelesaikan persoalan BAB yang tadi belum selesai. Oh ya, perjalanan pulang bersepeda tadi juga langsung beli Vegeta, minuman sachet yang memiliki serat untuk mengatasi BAB ini.

Alhamdulillah, meski kondisinya tidak jauh beda, akhirnya keluar juga. Apakah ini dampak bersepeda tadi? Saya bernafas lega namun juga tetap khawatir.

Ya, meski bisa dikeluarkan, permasalahan tidak selesai begitu saja. Bagian pantat, khususnya dubur terasa sakit sekali. Duduk saja rasanya tidak enak. 

Bahkan, ingin bekerja saja merasa kesulitan. Aduh perkara apalagi ini. Sampai-sampai saya memikirkan tentang Wasir, yaitu kondisi di mana pembuluh darah di area anus mengalami pembengkakan dan meradang. Tahun 2025 bakal parah?

Akhirnya saya memutuskan istirahat seharian. Biasanya yang sudah diribetkan dengan suara ketak-ketik di depan laptop, terpaksa saya hentikan dulu.

Dan tidak lupa langsung membuat minuman dari Vegeta tadi. Termasuk meminum obat radang yang juga dapat memperlancar BAB agar lancar, yaitu Jesscool.

Sore hari

Dampak meminum Vegeta akhirnya terasa juga saat menjelang sore. BAB yang keras tadi mulai melunak, akhirnya mulus keluar tanpa perlu mengejan keras.

Hanya saja dari dampak BAB keras, pantat masih terasa sakit sekali. Saya tidak tahu ini kapan akan sembuh. Namun saya harap ini hanyalah cobaan sesaat.

📷 Ilustrasi

...

Tanggal 2 Januari 2025, saat menulis ini kondisi pantat saya sudah sembuh dan tidak terasa sakit sekali. Sepertinya saya harus lebih fokus menjaga pola makan saya meski yang dimakan itu-itu lagi.

Jangan menyepelekan bersepeda rupanya. Termasuk olahraga lain seperti joging atau jalan kaki. Karena dengan melakukan olahraga ringan tersebut, kita dapat membuat usus di dalam perut dapat bergerak dan BAB tidak keras.

Saya pikir sudah makan dengan benar dengan memenuhi kebutuhan serat lewat konsumsi timun setiap hari, rupanya masih kurang serat. Dan baru tahu, jika kelebihan serat juga membuat BAB keras. Weleh!.

Tetap sehat buat kita semua.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger