Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Nemu Beras 1 Kg 13 Ribu, Otomatis Beli

[Artikel 2#, seni bertahan hidup] Setelah beberapa bulan beli beras murah di angka 14 ribuan lebih, saya tak sengaja melihat toko kelontong yang menulis di rak etalasenya dengan tulisan beras 1 kg Rp13.000. Ditambah, toko tersebut sudah melayanin pembayaran QRIS. Kebahagiaan kecil di tengah perjuangan hidup di umur yang hampir genap 40'an.

Apa kabar tagihan di tengah sepinya penghasilan? Pasti kamu sangat menderita. Sabar, tetap jalanin hari-hari. Yang penting masih bisa makan nasi.

Lebih menghemat?

Hidup memang sulit, tapi sebagian orang pun mengalaminya. Beberapa hal terkadang menganggu pikiran namun saya beruntung masih ada tempat curhat dan menghabiskan hari-hari penuh semangat lewat update postingan blog.

Sikap positif tersebut rupanya mempengaruhi pola pikir yang membuat semua baik-baik saja. Hingga sampai ban roda sepeda yang sedang menuju lapangan futsal berhenti di lampu merah, saya melihat toko kelontong baru yang menjual beras murah.

Sejak itu, akhirnya berlangganan membeli beras di situ. Apalagi dapat dibayar dengan hanya pakai hape dan scan QRIS. Yah, meski beda 1.000 dengan toko biasanya, setidaknya dapat menghemat. 

Ambisi baru

Seiring waktu usai melewati pasar, saya pikir ada harga yang lebih murah jika ditelusuri lagi untuk beras 1 kg. Ini seperti sebuah ambisi baru yang ingin saya coba.

Akhir-akhir ini saya juga mengalami perubahan yang biasa dapat bertahan 1 minggu hanya 1 kg beras, sekarang saya harus beli 2 kg tiap beli beras.

Ya, seharusnya dapat bertahan 2 minggu. Namun entahlah, malah kurang dari 2 minggu. Rasa lapar yang aneh jika dipikir saat memikirkan bagaimana bertahan hidup tanpa penghasilan.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger