Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Standar Kendaraan Untuk yang Berumah Tangga, Punya 1 Mobil dan 1 Motor

[Artikel 22#, kategori rumah tangga] Saya pikir standar ini hanya berlaku untuk kalangan tertentu saja, terutama yang umur pernikahannya kurang dari 10 tahun. Dan juga, ini akan berbeda tiap orang. Saya hanya membuatnya saja bagaimana saya melihatnya di sekitar.

Beberapa keluarga yang berada di sekitar memberi saya sugesti dan inspirasi untuk menulis ini. Keluarga yang saya maksud adalah orang-orang yang tinggal di sebuah perumahan dan seperti wajah dari tempat tinggal model begini.

1 mobil 1 motor

Paling terlihat adalah saat tetangga baru yang pindah beberapa bulan belakangan. Pria muda dengan anak bayi yang masih imut serta istri yang terlihat cantik menggambarkan rumah tangga yang bahagia.

Itu termasuk keluarga si bungsu yang tinggal bersama saya sekarang. Ia juga memiliki 1 mobil dan 1 motor. Dan tanpa sadar, saya mengamati sekitar. Eh, kok pada samaan.

Untuk motor, sudah pasti digunakan pak suami untuk bekerja. Sedangkan mobil digunakan untuk bersama-sama, apalagi sudah punya anak. Sulit membayangkan ketika keluarga besar yang terdiri pak suami dan istri serta anak yang masih kecil hanya menggunakan sepeda motor saat bepergian.

Jika masalahnya ekonomi, tentu akan melihat rumah tangga di masa lalu. Namun di era sekarang, rasanya wajar memiliki standar seperti ini, 1 mobil dan 1 motor.

Mobilnya juga tidak perlu ukuran besar, yang penting enak dipandang dan hemat. Maklum, pengeluaran rumah tangga saja rasanya sudah berat. Ditambah urusan bensin dan perawatan kendaraan makin berat.

Kecuali memang pekerjaannya di atas UMR standar kota. Mungkin standar kebutuhan orang-orang berbeda, sulit menyamaratakan. Saya melihatnya dari persepektif diri saya sendiri.

Standar kendaraan ini juga tidak berlaku buat keluarga yang anak-anaknya sudah menjadi pelajar hingga mahasiswa. Maklum, orang tuanya akan membelikan kendaraan masing-masing buat anak-anak mereka. Jadi tidak heran, ada lebih dari 1 mobil dan 1 motor di rumah mereka.

Mari saya garis bawahi saja jika standar ini untuk rumah tangga muda dengan anak-anak yang masih imut-imut. Paling besar mungkin anak mereka duduk di bangku Sekolah Dasar. Apakah kendaraan listrik bisa jadi alternatif di masa depan dengan tren ini?

📷 Gambar ilustrasi : GIIAS Semarang 2024

...

Standar ini tidak baku, dan mungkin ambigu. Standar yang saya buat ini mungkin akan saya pakai kelak jika berumah tangga di masa depan. Entah, kapan!

Saya memikirkan kriteria seperti apa calon istri saya di saat saya sendiri lebih menyukai aktivitas di rumah ketimbang bekerja ke luar rumah. Istri yang aktif dan bekerja?

Sulit untuk menemukan kriteria seperti ini rasanya.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger