Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Berkenalan Dengan IWO, Ikatan Wartawan Online


[Artikel 23#, kategori Internet] Saya baru tahu ada yang namanya IWO atau disingkat Ikatan Wartawan Online. Padahal wartawan, atau nyebutnya paling nyaman ditelinga yaitu jurnalis, sudah punya wadah tersendiri. Kini, mereka memiliki wadah khusus lagi bagi jurnalisnya yang menulis berita di media online. 

Selasa (26/9) pagi, saya menghadiri pelantikan IWO Jateng yang dikombinasikan dengan seminar yang berhubungan dengan tema hoax di Wisma Perdamaian. Acaranya rame, karena yang hadir juga ahli dibidangnya masing-masing.

Kehadiran IWO tentunya kabar baik bagi masyarakat yang saat ini dimanjakan informasi, baik via media sosial maupun media online. Saking manjanya, masyarakat terkadang mudah dihasut oleh kabar bohong. 

IWO sudah hadir dibanyak provinsi dan kota di Indonesia. Momentum kehadirannya juga tepat menurut saya, mengingat tahun depan bakal jadi tahun yang diprediksi banyak kalangan sebagai tahun yang sangat panas karena suhu politik.

IWO menjadi petaruhan untuk menjaga jurnalis-jurnalisnya agar bisa memperlakukan adil informasi yang dibagi, khususnya berita tentang kebenaran. Selain itu, IWO juga bakal mengalami tantangan besar menghadang media-media yang dianggap kurang kredible.

Dari sisi bloger, saya sebenarnya iri dengan wadah yang dibentuk ini. Bila berbicara jumlah, tentu saja bloger lebih banyak daripada jurnalis jika tidak salah (pikiran saya menerawang beberapa tahun lalu dari data yang disampaikan dalam acara yang menjadi tempat kumpul bloger).

Masa bloger segini banyaknya tidak ada wadah resmi, yang menaungi atau membantu serta memberi ikatan agar setidaknya bisa saling mengingatkan tentang informasi yang disebarkan. Hadirnya wadah resmi bukan saja menjadi tempat berkumpul para bloger, tapi juga bisa mengetahui mana yang kredible dan tidak (asal punya blog).


Tentang IWO

IWO sendiri dibentuk pada bulan Agustus 2012, dan saya malah baru tahu sekarang setelah 5 tahun mereka berdiri. IWO merupakan organisasi profesi pers yang menaungi wartawan dan pemilik media siber (online) - Wikipedia.

Saat pelantikan di Wisma Perdamaian, ketua IWO yaitu Jodhi Yudono turut hadir. Beliau sendiri masih aktif mengisi di media kompas.com
...

Selamat buat IWO Jateng atas pelantikan resminya dengan masa bakti tahun 2017 hingga 2022. Tetap semangat menjalankan aktivitas jurnalis yang berpedoman pada kebenaran dan fakta sebenarnya.

Sukses selalu.
Artikel lengkapnya nanti saya taruh di blog dotsemarang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini