Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Nonton Film Pengabdi Setan


[Artikel 23#, kategori Causeway] Jumat malam (29/9) saya dan keluarga menonton film Pengabdi Setan yang filmnya baru dirilis hari kamis (28/9). Film daur ulang dengan judul sama ini dibuat oleh Joko Anwar, Difa yang sangat sulit diajak nonton, kali ini mengajak kami pergi menonton.

Tertariknya Difa yang sangat sulit bila diajak ke bioskop lebih karena film yang pertamanya diproduksi tahun 1980 pernah ditontonnya dan masih membekas hingga sekarang. Saya sendiri malah nggak pernah nonton.

Saat duduk di dalam studio Cinemaxx, ini pertama kalinya baginya, komentar pertama tentang bioskop baru yang buka sejak pertengahan tahun ini adalah tempat duduknya yang lebih kecil ketimbang XXI.

Dari deretan kursi, masih banyak yang kosong, mungkin deretan kami yang paling ramai saat menonton. Kalau biasanya film horor identik menakutkan, kami malah tertawa nggak jelas. Mungkin itu ide bagus menghilangkan rasa takut.

Secara kesuluruhan film berdurasi 1 jam 47 menit ini sangat baik, terlepas dari cerita aslinya. Beberapa cerita memang ada yang dirubah, menurut Difa, tapi buat saya ini film sudah bagus dari kemasan. Sebaiknya saya ceritakan pengalaman ini di blog dotsemarang nantinya.

...

Menyenangkan momen seperti ini dilakukan. Film bukan saja menjadi hiburan dan rekreasi, tapi mempererat tali kebersamaan tiap orang yang menginginkannya.

Review film Pengabdi Setan sudah ada di blog dotsemarang. Kamu bisa membacanya di sini. Jangan melihat review film yang ditulis dari sisi kritikus, karena  yang ditulis hanya bungkusnya saja. Biasa, dan dari sudut pandang penonton.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini