Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Jadi Juri Lomba Blog


[Artikel 70#, kategori blogger] Menjadi juri sebuah lomba blog memang bukan sekali ini saja saya lakuin. Dan sekarang kembali lagi menjadi juri, sekaligus ini jawaban saya tentang postingan sebelumnya saat pertama kali datang ke kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang pertengahan Agustus kemarin.

Saya bersama mbak Dewi Erika dan Mbak Rahmi menjadi juri lomba blog Pesona Kabupaten Semarang yang diinisiasi Dinas Pariwisata di sana. Hadiahnya besar lho bila menjadi pemenangnya, yaitu 3 juta untuk kategori umum.

Terpilihnya saya lebih karena rekomendasi saja. Ini pentingnya punya banyak relasi bila menjadi bloger seperti saya. Meski kadang ada yang ngaku bloger, menulis saja lebih dari cukup. Apalagi ngincar lomba blog. Oke skip, tiap orang berbeda, tidak harus sama.

Lomba ini bicara Kabupaten Semarang bukan Kota Semarang

Detail lomba blog ini sendiri sudah saya angkut ke blog dotsemarang. Lombanya mengusung tema tentang wisata, kuliner, budaya dan sebagainya. Sangat mudah untuk dieksplore tentunya, mengingat data-data soal ini sudah banyak di mesin pencari, tinggal dikemas saja.

Tapi harus ketahui dulu, Kabupaten Semarang berbeda dengan Kota Semarang. Bila kamu memasukkan Lawang Sewu untuk lomba blog tersebut, maka kamu salah dan pasti gugur. Karena Lawang Sewu, Kota Lama, Sam Poo Kong merupakan wisata yang termasuk dalam Kota Semarang.

Lalu, bagaimana dengan wisata Kabupaten Semarang?  Tempat wisata yang paling saya ingat adalah Gedung Songo. Bila kamu searching lagi di mesin pencari dengan kata kunci tertentu dan menaruh bagian katanya dengan Kabupaten Semarang, maka sangat mudah mengikuti informasinya.

Ya, sekali lagi. Ini yang harus ditekankan bahwa Kabupateng dan kota sangat berbeda. Jangan sampai semangat besar di awal harus kandas karena kurang mengeksplor.

Klik di sini untuk lomba blognya
...

Silahkan ikuti lomba blog tersebut. Harus diingat, lomba ini harus mengirimkan tulisan minimal 2 postingan. Bukan 1 posting. Ini sangat penting juga karena ketentuan yang berlaku demikian. Oh ya, lomba ini terbuka untuk siapapun, termasuk kamu yang berada di luar pulau Jawa.

Sampai ketemu dalam pengumpulan nilai. Saya akan usahakan memberi nilai seadil-adilnya. Terima kasih.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger