Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Frustasi Ngeblog, Saya Pun Sulit Mengatasinya


[Artikel 69#, kategori blogger] Ketika bicara kesukaan atau hobi, semua orang memiliki kekuatan tanpa batas rasanya saat bicara aktivitas. Saya tak menampik bahwa saya pun demikian. Namun saya juga sama seperti kebanyakan dari kalian saat berada dititik frustasi, bukan jenuh, dan tidak bisa berbuat apa-apa saat didatangi hal tersebut.

Hari ini seperti hari kemarin dan kemarinnya lagi. Ide-ide tetap mengalir seperti biasa. Semua ditampung dan tanpa sadar wadah penampung tersebut sudah sangat penuh. Ya, ini waktunya mengeluarkan satu per-satu.

Yang terjadi, tidaklah semudah apa yang dipikirkan. Buka laptop, konek internet dan menulis saat itu juga. Sebelumnya, saya berpikir bahwa tubuh butuh peregangan dan pembakaran, satu-satunya yang saya sukai tiap pagi adalah bersepeda.

30 menit berlalu, dan sudah kembali dari Simpang Lima, tubuh bereaksi untuk memakan sesuatu. Kebenaran meja makan sudah ada telur yang dimasak saudara, saya. Ia memasak sudah beberapa jam sebelumnya saat babak pertama pertandingan bola. saya sengaja memakannya nanti-nanti, takut aktivitas ngeblog saya terganggu bila kekenyangan.

Setelah sarapan dan merasakan kenyang, tubuh malah tidak bisa diajak akur untuk bekerja. Vitamin yang diharapkan dapat menghancurkan racun agar tubuh kembali segar pun tak berguna. Waktu terus berlalu, dan saya sudah banyak membuangnya.

Saya benar-benar frustasi untuk ngeblog hari ini.Rasanya aneh dengan cara yang biasa saya lakukan untuk memberi semangat tubuh agar tahan banting saat bekerja.

Titik ini datang dengan segala masalah yang berakibat sangat dasyat dalam hal produktivitas saya. Saya tidak bisa melawan dan hanya pasrah dengan sang pembunuh waktu. Jangan heran ketika aktivitas Twitter dotsemarang tidak berjalan normal pagi hari. Saat itu, saya sedang berteman dengan yang namanya frustasi. Rasanya semua sia-sia.

...

Mereka yang melakukan rutinitas dengan perasaan senang saja bisa dihinggapi rasa frustasi, bagaimana dengan kamu yang menganggap aktivitas yang dijalani sekedar ingin eksis dan berharap kedudukan yang sama dengannya. Saran saya saat kita berada di kondisi yang membuat malas melakukan, sebaiknya memang tidak melakukan.

Berikan waktu buat tubuh untuk beristirahat, menikmati asupan energi, dan mengatakan padanya bahwa ini akan segera berlalu. Tenanglah, dan coba piknik sejenak. 

Artikel terkait :

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger