Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Halo Desember 2017


(Artikel 37#, kategori catatan)
..
Banyak konflik terjadi
Banyak hati yang terbagi
Dan banyak cerita yang akhirnya tidak jadi
Sebulan lagi, kita akan bersiap menyambut pagi di tahun baru lagi.

Selamat datang Desember. Akhirnya setelah perjalanan sangat panjang, kini sampai juga pada akhir tujuan. Saya harus bergegas dengan tujuan baru di tahun depan. Sebelum memikirkannya lebih jauh, saya akan menghabiskan waktu tersisa dengan beristirahat sejenak. Membuat tubuh kembali normal, menikmati udara dengan rasa malas mendera dan merenungkan tujuan apa saja yang sudah tercapai.

11 bulan perjalanan, saya harap tidak sia-sia. Semua dilakukan dengan rasa suka cita meski diselimuti duka. Desember tiba, permasalahan yang ingin saya kurangi adalah memanage perasaan. Perasaan saya tidak karuan, antara mencari pelabuhan dan rasa iri hati yang membuat saya bisa berubah seperti tokoh Hulk.

Bila hati yang memekarkan rasa kasih sayang bisa diatasi, tidak dengan rasa iri hati yang saya takuti. Bila ini terjadi, saya jadi ingat orang yang pernah punya perasaan seperti ini saat awal-awal saya tiba di Semarang. Saya merasakan betul bagaimana menjadi dia. Marah, benci, dan sakit. Namun saya tidak ingin menjadi kembarannya. Saya harus menghindari sifat tersebut.

Pekerjaan yang dibangun dari rasa suka masih berjalan lancar dan saya masih sangat bangga. Dan menutup tahun, saya semakin sibuk untuk ini. Saya harap bulan desember masih terus diberi kelimpahan, baik rejeki maupun kesehatan.

Soal asmara, sepertinya saya sudah mengkesampingkan perasaan tersebut. Sebenarnya saya ingin menulis cerita dengan lembaran baru. Namun sepertinya belum bergairah membukanya. Saya mencoba bertahan dengan prinsip bahwa wanita cantik dan baik, pasangannya kurang lebih sama, ganteng dan baik plus berlatar belakang juga sangat baik. Saya masih tidak berada diposisi tersebut.

Desember, sekali lagi saya ucapkan selamat datang. Terima kasih sudah menyambut di awal dengan hujan. Semoga hujan ini membawa berkah dan bukan bencana. 

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berapa Jumlah Penggunaan Kuota Internet Bulananmu?