Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Hape Endorsan ini Cuma Pinjaman


[Artikel 42#, kategori catatan] Saya mengerti betapa irinya melihat seseorang memiliki sesuatu yang kita tidak miliki. Apalagi barang endors atau sponsor, itu sesuatu banget bila memikirkan harga nilai belinya. Apakah kamu berpikir seperti orang tersebut? 

Saya beruntung terakhir kali ke Jakarta, acara launching Asus, saya membawa hape terbaru yang hari itu baru dilaunching. Bangga, senang dan khawatir. Mengapa tiba-tiba saya memasukkan kata khawatir di sana?  

Hape yang saya bawa kali ini bukan diberi seperti waktu sebelumnya saat menghadiri acara yang sama. Kali ini diberitahukan dari awal bahwa hape boleh dibawa tapi bukan untuk milik pribadi, alias dipinjamkan sebagai bahan review di blog.

Apakah khawatiran ini bakal berdampak kurang maksimal?

Tentu saja. Saya khawatir takutnya barang hilang, lecet atau dicuri karena saya sangat mencolok saat acara tiba - tiba memiliki hape baru atau lebih dari satu. 

Belum lagi ketika barang akhirnya menjadi sesuatu yang ingin dimiliki selamanya karena keseringan merawat dengan penuh kasih sayang. Jangan-jangan, saya nggak sanggup ketika akhirnya barang ini kembali kepada perusahaannya.

Rasa khawatir ini tentu masih banyak lagi. Rasa bangga yang selalu membawa hanya terlihat buruk buat mereka yang merasa saya sangat beruntung. Pemikiran seperti itu sering saya dengarkan saat menjadi celoteh dalam sebuah acara. Apakah saya sombong?

Gambar : Zenfone 4 Selfie Pro
Hp ini hasil foto-fotonya dapat dilihat di Instagram dotsemarang

Artikel terkait :

Komentar

  1. Masih mending laaaah dapat 'pinjam' begitu, biasanya ada penyusutan penggunaan barang, lama-lama bisa dimiliki :D qiqiqiqiqiq ...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini