Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Aku Menemukanmu Kembali

Gambar : Google

Kamu masih tersenyum manis duduk disana. Meski aku tak hiraukan sebelumnya. Aku sudah bilang pada hati ini, jangan dekati kamu yang sudah memiliki pasangan. Siapa sih yang nggak akan marah bila pasangannya diganggu pria lain.

Tiba-tiba kamu menegurku dan mengajakku berbicara. Kamu tahu, aku sebelumnya sudah seperti es batu yang membeku diangka 0 derajat. Tapi entahlah waktu itu, aku benar-benar meleleh dan tidak tahu harus memulainya dari mana. Aku membiarkan diriku terbawa suasana dan berusaha mendekatimu karena suaramu yang pelan.

Aku bahagia waktu itu meski seseorang disampingku, pria berbaju rapi dan kostum kebanggaannya sedang berbicara denganku. Bahkan, ia menyuruhku berani untuk terus mendekatimu. Aku tahu, mas mas ini mendukungku tentang aku dan kamu.

Suaramu membawaku terbang ke langit biru. Suara yang lama terputus setelah sekian lama aku menjauhimu karena kamu sudah memiliki kekasih. Meski sekarang pun juga.

Persetan dengan semua keadaan sekarang. Dengan usiaku yang tinggal menghitung tahun, aku mau mencoba menunggu kesempatan datang bila kamu ingin bersamaku.

Siang itu, dengan tekad dan keberanian tersisa meski lidah ini sangat susah untuk diajak bekerjasama dan semua mata memandangku, aku akhirnya berhasil mendapatkan dirimu yang dulu pernah mengisi hari-hariku.

Komunikasi yang sempat hilang dan kini aku kembali menemukan kebahagiaan itu darimu. Semoga kita berjodoh untuk selanjutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini