Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Benarkan, Kalau yang Pegang Bukan Pusat Jadinya Begini


Saya sangat antusias sekali saat tempat nongkrong ini buka menggandeng dotsemarang dan beberapa blogger sebagai bagian promosinya saat awal-awal. Tapi toh, berjalannya waktu semua kembali sama. Seperti perasaan wanita yang cepat berubah kalau sudah bosan.

Coffee n Chef, salah satu brand tempat nongkrong ala waralaba dari Malang ini tahun 2015 mulai menginjakkan kakinya di Semarang. Tidak tanggung-tanggung, jantung kota sebagai lokasi utamanya dimana tempat tersebut sangat strategis menurut saya jadi lokasi utamanya. Dekat dengan Simpang Lima dan jalan Pahlawan.

Baru-baru ini saya melihat spanduknya membentang panjang di jalan. Lho, kok promosi beginian juga. Kok nggak menghubungi dotsemarang atau kembali mengundang blogger kembali. Padahal dari awal saya sudah katakan, hubungi saya jika ada yang berhubungan dengan promosi.

Ini komunikasi yang harus diperbaiki

Ya, meski pada saat itu hubungan yang terjalin ada pada bagian marketing yang langsung dari pusatnya, kota Malang. Mereka paham betul bagaimana memanfaatkan media dan blogger. Dan yang saya takutkan terjadi juga. Hanya PHP di awal dan tidak ingin ribet sepertinya. Atau juga pasang spanduk lebih murah. Termasuk sewa tempatnya.

Tidak kenal blogger?

Ini bukan soal membangun kredibilitas atau nama besar di Semarang, tapi berhadapan dengan orang-orang yang kurang mengenal potensi para blogger.

Bayangkan saat awal buka, saya cuma dapat gratis kopi dan voucher yang ujungnya tetap bayar. Benar-benar melihat sisi bisnis. Tapi saya tidak memikirkan semuanya pada waktu itu. Yang saya pikirkan adalah hubungan jangka panjang ke depan. Tapi kalau begini, saya yang terlalu baik di awal.

Beberapa kali nongkrong di sana, saya berharap punya hubungan baik dan mereka mengingat sebuah kekuatan yang bisa diandalkan ke depannya. Ternyata saya yang salah.

Masih terus belajar sepertinya

Saya banyak melihat tempat-tempat nongkrong di Semarang yang tutup pada akhirnya. Saya hanya khawatir soal itu. Apalagi tempatnya pernah dibuat acara sama dotsemarang. Saya hanya prihatin.

Dari rasa itu, saya coba ingin berusaha membantu. Yang terjadi sepertinya tidak demikian. Saya masih harus terus belajar. Begini kejelekan warga Cancer yang selalu menggunakan perasaan buat bisnis. Ketika semua merasa tega, saya malah nggak tega.

...

Saya hanya merasa kecewa saja. Tapi bukan karena saya atau dotsemarang tidak dilibatkan. Maaf, saya tidak mau juga kalau tetap ujung-ujungnya bayar juga. Saya punya integritas dari sisi followers dan promosi.

Ya, saya cuma kecewa saja. Entahlah kenapa. Apakah karena perasaan saya sendiri dan ketakutan tempat yang pada akhirnya gulung tikar setelah beberapa tahun tidak mampu berbuat apa-apa.

Semoga ini tidak terjadi, dan ini hanya perasaan salah saya. Ayo gunain semua alat promosi yang ada. Dan saya juga sedang berusaha mengembangkan lagi potensi blogger saat ini.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini