Saya melihat teman lama yang perutnya membuncit sedang menggendong anaknya. Terlihat senyumnya yang lepas seakan mengatakan bahwa dialah yang paling bahagia di dunia ini. Sebuah pesan kepada para lelaki bahwa ia sudah tiba digaris akhir seorang pria sukses. Lalu, kapan kamu? Entahlah, saya juga bingung mengapa saya berjalan tidak pada semestinya seperti para pria lainnya yang kerap kali membagikan momen-momen bahagianya dengan pasangan dan anak kesayangannya. Memiliki istri yang rupawan, apalagi setia, cakep tuh disebut keluarga kecil yang bahagia. Inilah kekurangan pada diri saya yang mengaku hebat dalam konsistensi, tapi sulit ekonomi. Pria (tidak) berharga Saya kembali memulai perjalanan baru sebagai pria yang kini menginjak usia 38 tahun. Apa yang akan terjadi sepanjang tahun, saya harap itu sangat berharga. Di umur sekarang ini, saya percaya bahwa 'laki-laki sukses ada keluarga dibelakangnya yang hebat'. Saya merenung sesaat, andai saja saya bisa kembali mengulang waktu s...
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Review Film Manjhi The Mountain Man (Bollywood)
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Pernah dengar seorang motivasi bicara soal orang yang menghancurkan gunung bertahun-tahun dan ia diketawain karena keras kepalanya tersebut. Bila pernah, mungkin film ini bisa sedikit menambah rasa penasaran kita tentang cerita motivator tadi. Film ini berdurasi kurang dari 2 jam.
Sepertinya waktu siang saya lebih banyak dihabiskan nonton film online streaming. Selain sulit berkonsentrasi diatas jam 12 siang, tubuh saya sudah begitu lelah bila harus berada di depan laptop.
Kisah nyata
Ini film diangkat dari kisah nyata yang terjadi di India sana. Seorang pria yang punya kehidupan bahagia, harus bernasib naas karena kehilangan istri tercinta yang terjatuh di gunung yang menjadi inti cerita ini.
Yang menarik film ini adalah para pemain yang tidak terkenal. Sungguh itu membosankan sebenarnya. Tapi karna tertarik cerita sejarahnya, saya tahan dulu. Para pemain setidaknya sudah berusaha.
trailer film Manjhi The Mountain Man
Film ini mengambil alur tahun 1960-an, sebelum dan sesudah. Dan orang tersebut, aslinya meninggal pada tahun 2007. Beberapa foto kisah nyata dan syutingnya menjadi pelengkap tersendiri bagi film ini.
Konflik
Kisah Asmara jadi bumbu kuat diantara konflik yang ada. Adalah Nawazuddin Siddiqui yang tinggal di sebuah desa kecil punya cerita asmara dari masa kecilnya juga dengan Phaguniya. Setelah besar, Phaguniya ingin dinikahkan. Waktu itu perjodohan masih sangat kental.
Nawazuddin yang super nekat berhasil membawa pergi Phaguniya saat lamaran. Pada akhirnya mereka kawin lari dan memiliki 2 anak. Kisah asmara mereka memang sederhana tapi benar-benar menjadi pelengkap cerita utamanya.
Masalah kasta juga menjadi persoalan di negeri India pada waktu itu. Si Kaya yang berkuasa dan si Miskin yang teraniaya. Beberapa orang yang memanfaatkan keluguan Nawazuddin karena berusaha menghancurkan gunung, termasuk dalam bidang politik. Konfilik berputar diantara kejadian tersebut.
Alur cerita
India sepertinya selalu membawa alur maju mundur untuk film-filmnya. Begitu pula film Manjhi The Mountain Man yang disutradai oleh Ketan Mehta. Awalnya sudah dibawah ke alur utama, lalu mundur jauh dari awal. Setelah itu, barulah film bercerita sebenarnya dengan alur maju.
...
Saya membayangkan film ini diperankan para pemain kelas atas dan sutradara yang lebih handal. Saya yakin masih banyak yang bisa dieksplore dari cerita ini.
Tapi untuk film ini saya akan memberi nilai sudah cukup baik. Performa para pemain masih kurang diangkat tapi secara keseluruhan sudah dapat mengalir untuk enak ditonton. Soal lagu-lagu yang biasanya tidak terlalu banyak tapi ada beberapa.
Anggap saja saya ingin memberi rating, dan saya akan memberinya nilai 7 dulu. Kalau yang mau nonton streaming full, bisa DI SINI nih (cari-cari dapat juga).
Begini rasanya ketika mertua datang ke rumah, nggak enakan. Padahal, cuma menjenguk cucu kesayangan. Tapi rasa malas yang biasa dirasakan sebelum nikah, berubah rasa risih. Serba salah, pokoknya.
Mungkin saja saya akan terhanyut tanpa kata-kata bila tidak membaca koran beberapa hari kemarin. Mengenal istilah Cinephile saat ini sepertinya membuat saya begitu bodoh dan entah dari mana aja selama ini. Padahal ini bukan baru buat saya. Terlambat sedikit tidak masalah, bukan? Ada yang baru tahu seperti saya ini???
[ Artikel 81#, kategori rumah ] Setelah beberapa tahun belakangan hanya merayakan Idulfitri di Kota Semarang, keluarga si bungsu akhirnya mudik juga ke Kota Samarinda. Sekarang, keluarga kecil tersebut datang dengan tambahan si kecil. Jum'at pagi (28/3), saya mengantar mereka menuju bandara Semarang. Pemberitahuan mereka akan mudik sudah diberitahu satu hari sebelumnya. Sempat khawatir karena kebiasaan ngantar ke Jogja, kirain akan ke sana. Ternyata, bukan. Ngambil cuti Dulu alasan nggak sering mudik karena profesi si bungsu yang sulit mengambil waktu karena profesionya sebagai pelayan masyarakat alias Dokter. Ternyata tahun ini sudah bisa meluangkan waktu untuk balik. Itu adalah kebahagiaan yang luar biasa buat sang istri yang sudah rindu akan rumah karena kelamaan di Semarang. Lebih tenang Kepulangan mereka jadi keuntungan sendiri buat saya yang memutuskan masih tidak mudik. Lagian mau mudik, rumah yang dituju sudah tidak ada. Ada banyak faktor yang membuat saya enggan pul...
Ketika melihat trailernya, saya akhirnya memutuskan menonton film ini. Cerita tentang seorang pria yang bekerja sebagai pegawai asuransi yang ditugasin menyelesaikan masalah. Pertemuan dengan pasien yang terbaring koma, menjadi titik cerita ini dimulai. Apalagi saat si pasien yang ditemui menjadi roh yang ingin minta bantuannya. Saya sudah mendownloadnya sangat lama. Lebih dari sebulan. Namun baru saya tonton kemarin, beberapa hari. Saya bisa menontonnya juga karna film drama Korea sedang tidak ada yang tayang. Daripada penuhi memori hape, sebaiknya saya tonton dan hapus setelahnya. Bukan film komedi meski saya berharap begitu Judul film One Day ternyata punya banyak film. Tapi untuk film yang dirilis 5 April 2017, film ini berasal dari Korea. Pemeran utamanya adalah Kim Nan Gil yang berperan sebagai Lee Kang-soo di film berdurasi 114 menit ini. Sedangkan aktris perempuannya diperankan oleh Chun Woo-hee sebagai Dan Mi-so. Diantara deretan ...
Pernah merasakan manisnya dikejar gebetan yang tak menghiraukan bagaimana sakitnya setelah putus suatu hari nanti. Dan akhirnya mereka menjadi pasangan yang selalu setia, pandai mendengar, selalu memberi motivasi untuk saling menguatkan dan menceritakan hal-hal kecil yang tak pernah mereka ceritakan kepada orang lain. Kini setelah putus, jangan berharap cerita manis diawal akan sama. Perlu diketahui terlebih dahulu, sifat buruk ini bukan berarti semua pria diumur 29 tahun akan sama. Ini sebuah judul yang menarik dan penulisnya saja yang mengalami. So, baca saja ceritanya. Kamu seperti kekanak-kanakan, deh. Kenapa tiap punya mantan, hobinya ngajakin balikan. Tiba-tiba saja kalimat tersebut terlontar dalam sebuah pesan singkat yang terkirim buat saya yang memang berusaha berkomunikasi dengan mantan. Seperti kena serangan jantung tiba-tiba. Dan saya membencinya, marah dan kesal. Marahnya kepada momen yang waktu ia sampaikan. Saya memang bermaksud berbaikan dengan mant...
Komentar
Posting Komentar