Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Hadir di Demeat Steak House Semarang


[Artikel 45#, kategori aktivitas] Kuliner Semarang semakin kaya saja kalau melihat hadirnya tempat-tempat baru yang terus dibuka. Terbaru bulan April kemarin adalah DeMeat Steak House yang reviewnya sudah ada di blog dotsemarang. Semarang menjadi destinasi kedua setelah sebelumnya Makassar yang menjadi pertama. 

Tanggal 28 April, satu hari sebelum hari launching secara resmi, saya menghadiri undangan yang sudah diberitahukan jauh-jauh hari oleh sesama rekan bloger Semarang. Saya percaya, memiliki teman sesama bloger itu memang punya andil besar saat kamu bisa hadir seperti acara ini. 

Selain bloger dan jurnalis, ternyata ada Instagram Food juga yang juga turut diundang. Sangat jarang menemukan kami bersama dalam setiap event tempat kuliner. Mungkin keterlibatan tim marketing mereka layak saya puji kali ini, mengingat sangat jarang dalam satu event. 

Karena jarak tempuh dari lokasi dan rumah tidak begitu jauh, dan masih kawasan Semarang bawah, saya mendatangi DeMeat yang terletak di jalan Rejo Sari VII No.3 dengan bersepeda. 

Fokus kuliner DeMeat sendiri seperti namanya steak house adalah daging. Saya sendiri saat memakan sajian yang diberikan sudah sangat senang. Jarang-jarang juga dapat undangan rumah makan yang menurut saya levelnya sudah seperti dompet tebal. Tapi, kata pemilik dan saat membuka buku menunya, harganya ramah di kantong khususnya mahasiswa.

Bila kamu lebih penasaran lagi seperti apa reviewnya, bisa langsung klik di sini. Karena seperti saya bilang tadi, sudah saya taruh di blog dotsemarang. 

Semoga ada undangan lagi seperti ini.
Terima kasih buat rekan saya yang sudah mengundang dan merekomendasikan saya.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger