Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Istilah 'Kami' di blog dotsemarang Terinspirasi dari Majalah Maxim

[Artikel 62#, kategori dotsemarang] Tahun 2017 ini, saya lebih menyukai kata 'KAMI' ketimbang dotsemarang dalam menyebutkan diri sendiri. Selain membuat penulisnya terasa nyaman, saya sendiri, 'kami' juga terinspirasi dari majalah Maxim Indonesia. Sebagai pria, kamu setidaknya tahu tentang majalah pria seperti ini.

Saya tahu ini rahasia blog dotsemarang sebenarnya. Meski yang kenal saya juga akan berkata 'gak .. gak rahasia banget juga'. Tapi saya melihat orang-orang baru yang baru mengunjungi blog dotsemarang, saya hanya ingin bilang, 'Kami itu bukan berarti banyak orang dibalik dotsemarang itu sendiri. 

Istilah 'kami' hanyalah pemanis dalam tulisan agar saya lebih percaya diri untuk bercerita dan memanjakan tangan saya yang terkadang bertarung dengan otak saat rasa lelah mengalahkan semangat. Seperti ini contoh kalimat yang menggunakan kata kami di blog dotsemarang :

Sebagai salah satu kota besar di Indonesia, jarang sekali kami bisa merasakan momen launching sebuah bioskop layaknya kota-kota lainnya. Maklum bioskop di sini sudah hadir lebih dulu sebelum kami eksis bersama Kofindo - Postingan review bioskop Cinemaxx.

Soal majalah Maxim itu sendiri sepertinya saya pernah beli. Tapi tidak berkali-kali mengingat kontennya bisa saya lihat juga lewat situsnya. Saya berlangganan feed mereka. Kalau mereka baca, semoga mereka senang saat saya menyebut nama majalah mereka di blog pribadi saya ini.

Saya terinspirasi dari situs majalah Maxim, kalau majalahnya sangat jarang membelinya sekarang ini.

Tidak mudah mendapatkan rasa nyaman dalam sebuah tulisan khususnya di blog. Semua bloger tentu punya kata penyemangat sendiri. Saya pikir semua hanya soal waktu dan pengalaman. Bila kamu tidak menemukan rasa nyaman dalam menulis, maka teruslah bertahan dan kamu akan menemukannya suatu hari kelak.

Gambar : Screenshoot Google Image

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini