Selamat bertambah usia untukku. Di tengah perayaan sederhana yang kuhidupkan lewat tulisan ini, aku memilih tema “Pria Tidak Berdaya” sebagai cermin perjalananku. Bukan untuk meratapi nasib, tapi untuk memeluk kejujuran—tentang diriku, tentang hidup, dan tentang harapan yang masih kugenggam erat meski kadang terasa rapuh. Dalam bahasa Indonesia, “berdaya” berarti punya kekuatan, kemampuan, atau kemauan untuk menghadapi hidup—entah itu menyelesaikan masalah, mengejar mimpi, atau sekadar bangun dari tempat tidur dengan semangat. Tapi di usia ini, aku merasa berada di sisi sebaliknya: tidak berdaya. Bukan karena aku menyerah, tapi karena hidup terasa seperti permainan yang aturannya terus berubah, dan aku sering kehabisan napas untuk mengejar. Hampa di Tengah Keramaian Di usia 39, aku melihat banyak pria seusia ku hidup dalam ritme yang sepertinya lebih “hidup”. Mereka punya pekerjaan yang memberi kepastian—gaji bulanan yang datang tanpa drama, hanya perlu mengatur apa yang masuk ke ...
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
My Sassy Girl Versi Kerajaan, Seperti Apa Menariknya?
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
[Artikel 15#, kategori Drakor] Drama Korea My Sassy Girl dalam versi drama Korea berlatar belakang kerajaan baru saja rilis pekan ini. Drama yang mengangkat judul yang sudah sangat populer ini rupanya membawa tren cerita yang tengah marak digunakan beberapa televisi, yaitu dua episode dalam satu kali penayangan. Sudah nonton?
Film yang sudah lama saya tunggu sebenarnya saat mengetahui judul yang digunakan adalah My Sassy Girl. Yang belum tahu, judul film ini sudah banyak dibuat. Namun tetap saja paling legendaris adalah versi movienya yang tayang tahun 2001. Lebih detail filmnya silahkan cari di Wikipedia di sini.
Debut yang manis
Menutup bulan Mei, Drama Korea ini sudah berjalan 4 episode dengan durasi masing-masing 30 menit. Saya sudah tidak sabar menunggu kelanjutnnya minggu depan yang total seluruh episodenya ada 16.
Ditayangkan tiap hari Senin dan Selasa, berarti penonton streaming akan menonton Selasa dan Rabu, film ini dibintangi Joo Won dan Oh Yeon-seo. Keduanya sudah ramai saling berantem, seperti cerita utamanya.
Paling menarik ada di episode 3 dan 4. Kalau yang pertama masih mengajak penonton memahami latar belakang dan siapa saja tokoh-tokohnya. Film mereka setidaknya sangat manis untuk debut minggu pertama.
Berkenalan dengan istilah Saeguk
Saya baru tahu tentang istilah drama Korea Saeguk setelah penasaran di film ini. Ternyata genre film ini membawa tentang kerajaan dan cerita sejarah di dalamnya. Beberapa referensi yang saya baca, Cerita saeguk banyak berkisah tentang konflik politik dan intrik di dalam istana atau selama perang.
Cerita film
Berperang sebagai tokoh pria utama bernama Gyun Woo, Joo Won adalah pria yang mewakili cendikiawan (orang terpelajar) yang begitu dicintai banyak orang, termasuk sang raja. Kepulangannya dari China membuatnya bertemu dengan seorang perempuan yang awalnya keliatan perempuan baik-baik ternyata sangat parah (seperti film utamanya).
Ternyata si wanita, tokoh utamanya yang diperankan Oh Yeon Seo merupakan putri Hyemyung. Anaknya Raja, pokoknya. Keduanya yang sudah terlibat cekcok sebelum tahu jadi diri masing-masing, masih terus saja menimbulkan hal seru untuk dinanti.
Apalagi Gyun Woo menjadi guru Putra Mahkota, yang ternyata adik dari Putri Hyemyung. Makin seru pokoknya. Meski alur ini sudah kebaca, namun kemasan yang dimasukkan tetap saja membuat saya terus ingin menonton.
...
Saya sudah membayangkan bagaimana akhirnya film ini nanti dikisahkan yaitu mereka jadian. Tapi, seperti apa konflik-konflik yang dihadirkan dan belum maksimalnya peran aktor pria sebagai guru dan cendikiawan masih patut ditunggu. Padahal saya pikir, ia akan mengeluarkan berbagai kecerdasannya yang nanti membuat orang-orang terpikat.
Di satu sisi lain, di luar keduanya, cerita tentang pengkhianatan kepada Raja akan menemani film ini sesungguhnya. Mungkin sedikit bosan kalau berfokus pada cerita pemain utamanya. Tapi semoga, tidak terjadi.
[Artikel 17#, kategori Tips] Saya sudah menghitung kira-kira berapa kuota yang dihabiskan untuk menonton siaran langsung sepakbola via streaming. Tentu Anda sekarang bisa mengukur biaya untuk menghabiskan kuota apabila tim kesayangan Anda akan bertanding hari ini.
Mungkin saja saya akan terhanyut tanpa kata-kata bila tidak membaca koran beberapa hari kemarin. Mengenal istilah Cinephile saat ini sepertinya membuat saya begitu bodoh dan entah dari mana aja selama ini. Padahal ini bukan baru buat saya. Terlambat sedikit tidak masalah, bukan? Ada yang baru tahu seperti saya ini???
Begini rasanya ketika mertua datang ke rumah, nggak enakan. Padahal, cuma menjenguk cucu kesayangan. Tapi rasa malas yang biasa dirasakan sebelum nikah, berubah rasa risih. Serba salah, pokoknya.
[ Ini adalah artikel ke-10 kategori Cinta ] Saya menaruh postingan ini dari pengalaman saya sendiri, jadi tidak semua pria memiliki sifat sama seperti saya. Beberapa hal mengenai wanita yang dapat membuatnya sedih maupun tersenyum, terkadang pria menyukainya. Tapi kadang pula, pria dianggap baperan. Wajar saja sih.
[ Artikel 21#, kategori drama Korea ] Rasanya baru ini saya menulis film Drama Korea yang baru tayang, mengingat biasanya menulis setelah film selesai. Faktor pemain sepertinya menjadi penyebab saya sangat bersemangat menulis lebih awal. Money Flower membawa Jang Hyuk sebagai pemeran utama. Aktor pria yang paling saya kagumi untuk akting pria tanpa emosi. Dan ketebak, seperti apa film ini bercerita. Money Flower rilis bulan November 2017. Para pemerannya, seperti salah satunya saya sebut di atas, tidak sembarangan. Jang Hyuk berperan sebagai Kang Pil Joo. Untuk pengisi peran wanita, dimasukkan aktris cantik Park Se Young. Meski bukan aktris favorit, dia sudah sangat familiar di mata saya. Jangan berharap komedi dan romantis di awal Drama Korea yang berdurasi 60 menit lebih ini benar-benar rekomendasi dan saya sukai. Peran aktor prianya yang sangat dingin menjadi hal penting dari setiap cerita yang dibangun. Maka bila kamu mencari cerita film ini penuh dengan tawa dan r...
Komentar
Posting Komentar