Selamat bertambah usia untukku. Di tengah perayaan sederhana yang kuhidupkan lewat tulisan ini, aku memilih tema “Pria Tidak Berdaya” sebagai cermin perjalananku. Bukan untuk meratapi nasib, tapi untuk memeluk kejujuran—tentang diriku, tentang hidup, dan tentang harapan yang masih kugenggam erat meski kadang terasa rapuh. Dalam bahasa Indonesia, “berdaya” berarti punya kekuatan, kemampuan, atau kemauan untuk menghadapi hidup—entah itu menyelesaikan masalah, mengejar mimpi, atau sekadar bangun dari tempat tidur dengan semangat. Tapi di usia ini, aku merasa berada di sisi sebaliknya: tidak berdaya. Bukan karena aku menyerah, tapi karena hidup terasa seperti permainan yang aturannya terus berubah, dan aku sering kehabisan napas untuk mengejar. Hampa di Tengah Keramaian Di usia 39, aku melihat banyak pria seusia ku hidup dalam ritme yang sepertinya lebih “hidup”. Mereka punya pekerjaan yang memberi kepastian—gaji bulanan yang datang tanpa drama, hanya perlu mengatur apa yang masuk ke ...
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Jab Harry Met Sejal, Film India Tentang Pria yang Berprofesi Sebagai Pemandu Wisata
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
[Artikel 14#, kategori Bollywood] Salah satu alasan kuat untuk menonton film Bollywood ini adalah pemerannya. Dikemas dengan latar negara-negara Eropa, kisah mereka cukup unik sebenarnya. Apalagi untuk usia penonton seperti saya saat ini di atas 30 tahun. Cinta yang datang dan ingin dihindari, akhirnya tak terbendung untuk kunjungi.
Ya, saya adalah penggemar sang mega bintang India ini, Shahrukh Khan. Jadi tidak perlu heran ketika saya bela-bela mereview film Jab Harry Met Sajal di blog ini ketimbang film India lain yang sebenarnya juga sudah banyak yang ditonton. Saya pikir sebagai penggemar, saya hanya melakukan apa yang saya suka.
Pemandu wisata
Menjadi pemandu wisata sepertinya menarik. Bertemu banyak orang, berbicara dihadapan mereka dan mempromosikan sesuatu yang dianggap oleh orang lain belum tahu. Kadang ada bonus tiap mengajak mereka pergi berkeliling, seperti kedekatan emosional, tip, diperlakukan istimewa hingga akhirnya jatuh cinta dengan salah satu dari mereka.
Shahrukh Khan yang berperan sebagai Harry adalah karakter utama pria yang merasakan cinta yang tidak seharusnya di film yang diproduseri oleh sang Istrinya sendiri, Gauri Khan.
Pemeran wanitanya sendiri adalah Anushka Sharma. Saya menyukai wajahnya yang mirip-mirip wanita Jepang yang kali ini berperan sebagai Sejal.
Mereka bertemu setelah sebelumnya, Shahrukh Khan yang menjadi pemandu wisata keluarga si Sejal. Alasan kehilangan cincin menjadikan pertemuan mereka seperti sebuah petualangan. Mereka pergi berdua hanya untuk mencari dimana keberadaan cincin.
Jangan jatuh cinta dengan saya
Melihat alur cerita yang terus maju, saya sangat senang dengan intensitas ceritanya. Seperti panah dari bawah menuju ke atas, film ini membuat saya terlalu bahagia. Sesekali menebak apa yang terjadi selanjutnya. Mengalahkan sang penulis film dan menebak ceritanya itu menyenangkan, kalau salah, mungkin si penulis tahu bahwa penonton sekarang sudah paham yang beginian.
Sosok Rahul di film berdurasi 2 jam 30 menit mengingatkan saya di film sebelumnya yang berjudul Chennai Express dari sisi kisah asmara, bukan genrenya yang dibalut komedi. Pokoknya romantis, deh.
Perjalanan cinta yang saya ingin dapatkan ternyata sudah diwakili di film ini. Dari awal, Harry sudah mengatakan kepada Sejal untuk tidak jatuh cinta kepadanya karena Harry bukanlah pria baik (dalam artian banyak wanita sering bersamanya).
Sejal menganggap itu hanyalah sebuah bualan dan ia tidak mungkin jatuh cinta, karena ia sendiri sudah memiliki pasangan yang menantinya di India. Dan di sinilah semua itu terjadi dan lebih baik kamu nonton sendiri bagaimana akhirnya semua terjadi.
Video trailer Jab Harry Met Sejal
Sumber gambar : Google image
...
Sebagian tulisan ini sebenarnya sudah saya tulis di aplikasi catatan hape saya, karena dibiarkan mengendap beberapa hari, tulisan yang seharusnya mengalir dengan sangat baik jadi sedikit berubah. Saya kehilangan sentuhan saat melanjutkan tulisan ini.
Tapi, untuk film ini tetap saya akan merekomendasikan kepadamu agar mau menonton. Meski rating film tidak sebagus harapan saya, kalau kamu penggemar mega bintang ini atau menginginkan kisah cinta romantis, sebaiknya cari film ini sekarang.
Sayangnya film SRK sejak My Name is Khan selalu jeblok dipasaran Dan SRK harus maen film macam Raees Karna untuk genre romantic penonton sudah bosan, era film romantic seperti Kuch Kuch Hota hai-kabhi alvida naa kehna sudah lewat masanya. Aku juga penggemar SRK tpi y tetep Aja kecewa dengan film2 nya sejak my name is khan selalu jeblok. SRK harus ngambil peran Di film yg bukan Tema percintaan.terbukti Di Raees lumayan sukses filmnya
[Artikel 17#, kategori Tips] Saya sudah menghitung kira-kira berapa kuota yang dihabiskan untuk menonton siaran langsung sepakbola via streaming. Tentu Anda sekarang bisa mengukur biaya untuk menghabiskan kuota apabila tim kesayangan Anda akan bertanding hari ini.
Begini rasanya ketika mertua datang ke rumah, nggak enakan. Padahal, cuma menjenguk cucu kesayangan. Tapi rasa malas yang biasa dirasakan sebelum nikah, berubah rasa risih. Serba salah, pokoknya.
[ Artikel 32#, kategori keluarga ] Hujan mengguyur Kota Semarang seharian penuh hari ini, Rabu (22/4). Bagi sebagian orang, rintik air yang jatuh mungkin terasa menenangkan, namun bagi saya, ada trauma kecil yang menyelinap setiap kali langit mulai mendung. Benar saja, hujan kali ini kembali membawa pesan yang selama ini paling saya hindari: kabar duka. Suara dering telepon yang belakangan ini sering membuat saya waswas tiba-tiba memecah keheningan. Di layar ponsel, terpampang nama Bapak. Begitu tombol terima saya tekan, terdengar suara yang sangat familiar sedang bertanya tentang cara melakukan panggilan video. Tak lama, sambungan berganti menjadi video call . Melihat wajah Bapak dengan peci putihnya, perasaan saya mulai tidak enak. Jarang sekali beliau meminta panggilan video jika tidak ada hal yang sangat mendesak. Benar saja, dengan nada suara yang berusaha tenang, Bapak mengabarkan bahwa adik bungsunya—paman saya—telah meninggal dunia. Kalimat Innalillahi meluncur begitu saja. Sa...
[ Ini adalah artikel ke-10 kategori Cinta ] Saya menaruh postingan ini dari pengalaman saya sendiri, jadi tidak semua pria memiliki sifat sama seperti saya. Beberapa hal mengenai wanita yang dapat membuatnya sedih maupun tersenyum, terkadang pria menyukainya. Tapi kadang pula, pria dianggap baperan. Wajar saja sih.
Selamat bertambah usia untukku. Di tengah perayaan sederhana yang kuhidupkan lewat tulisan ini, aku memilih tema “Pria Tidak Berdaya” sebagai cermin perjalananku. Bukan untuk meratapi nasib, tapi untuk memeluk kejujuran—tentang diriku, tentang hidup, dan tentang harapan yang masih kugenggam erat meski kadang terasa rapuh. Dalam bahasa Indonesia, “berdaya” berarti punya kekuatan, kemampuan, atau kemauan untuk menghadapi hidup—entah itu menyelesaikan masalah, mengejar mimpi, atau sekadar bangun dari tempat tidur dengan semangat. Tapi di usia ini, aku merasa berada di sisi sebaliknya: tidak berdaya. Bukan karena aku menyerah, tapi karena hidup terasa seperti permainan yang aturannya terus berubah, dan aku sering kehabisan napas untuk mengejar. Hampa di Tengah Keramaian Di usia 39, aku melihat banyak pria seusia ku hidup dalam ritme yang sepertinya lebih “hidup”. Mereka punya pekerjaan yang memberi kepastian—gaji bulanan yang datang tanpa drama, hanya perlu mengatur apa yang masuk ke ...
Sayangnya film SRK sejak My Name is Khan selalu jeblok dipasaran Dan SRK harus maen film macam Raees Karna untuk genre romantic penonton sudah bosan, era film romantic seperti Kuch Kuch Hota hai-kabhi alvida naa kehna sudah lewat masanya. Aku juga penggemar SRK tpi y tetep Aja kecewa dengan film2 nya sejak my name is khan selalu jeblok. SRK harus ngambil peran Di film yg bukan Tema percintaan.terbukti Di Raees lumayan sukses filmnya
BalasHapus