Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Diskriminasi Blog

[Artikel 119#, kategori blogger] Ini resikonya bila berbeda. Jika tidak diskriminasi, ya dianggap tidak ada. Mau gimana lagi. Meski sudah tahu akibatnya, namun kali ini terasa aneh kala membaca syaratnya. Baru kali ini saya tersulut.

Kejadian itu ternyata datang lagi setelah setahun lalu saya ditolak meski sudah mendaftarkan blog dotsemarang ke seseorang yang ingin mengajak kampanye promosi sebuah brand laptop. Kali ini, saya menyebutnya diskriminasi karena platform gratisan tidak diperbolehkan untuk mengikuti.

Saya tidak menyangka dalam dunia blogging ada kejadian seperti ini tahun 2021. Semua prestasi, konsistensi, branding yang mumpuni milik dotsemarang diabaikan begitu saja.

Seolah nama dotsemarang tidak ada artinya selama hanya menggunakan platform gratisan dari google. Mereka tidak butuh semua itu (prestasi dan bla bla), yang mereka inginkan terlihat seksi (domain sendiri seperti dot com).

Diskriminasi

Jadi ada sebuah syarat yang saya baca dari form online yang awalnya disebarkan oleh rekan blogger dalam sebuah grup. Karena grup dihuni banyak bloger dan beragam, wajar saya ikut membukanya.

Dalam satu syarat, blog yang diterima adalah yang berdomain dan memiliki kriteria DA (Domain Authority) dan PA (Page Authority).

Meski istilah ini bukan kali pertama kali saya ketahui, entah kenapa kali ini terasa melekit. Kalimat dalam syarat tentang platform blogspot, dan kawan-kawan dilarang ikut itu yang memicu ekspresi saya akhirnya.

Ibarat dalam perkumpulan motor, yang motonya jadoel atau kurang keren, dilarang ikutan konvoi. Padahal mereka satu grup (komunitas).

Rasanya pasti sedih, terabaikan, dianggap berbeda, kaum minoritas. Wajar perasaan itu ketika terjadi. Hanya saja, andai kata form itu dibagikan ke orang-orang tertentu mungkin saya tidak baper. Dia tidak salah, hanya tempatnya saja yang kurang tepat.

Apalagi form tersebut dibagiin di dalam grup yang brand-nya saya hormati. Malah saya mikir itu dari pak Bos langsung (brand). Jadinya saya paham karena tidak mungkin brand memperlakukan seperti itu, mengingat sudah dari dulu brand tetap merangkul siapa saja (pemilik blog apapun platformnya).

Masih setia dengan blogger (blogspot) 

Saya mengerti posisi saya sudah tidak bisa ditawar sejak kejadian setahun lalu. Pernah disarankan dotsemarang menggunakan domain dan secara tegas tentu saya tolak. Dotsemarang pernah menggunakan domain sendiri beberapa tahun silam.

Tahun 2022 sebentar lagi, rasanya saya tetap akan tidak mengganti (platform). Saya masih setia dengan blogger (platform) karena tugas saya hanya menulis di sana, bukan mengurus website (mengganti tema, dan sebagainya).

Pelajarannya

Meski lewat dotsemarang saya sudah membuktikan hanya menggunakan blogspot, dotsemarang tetaplah punya nama dan pengaruh yang tidak kaleng-kaleng. 

Termasuk adanya iklan (adsen), mengingat tidak mudah pemilik blog bisa diterima oleh google yang notabene hanya gratisan.

Dotsemarang lebih jujur pastinya. Tidak pakai domain, agar konsisten bahwa itu platform asli. Bukan sebaliknya, beberapa pemilik blog hanya men-direct alamat blog menggunakan domain, tapi platformnya juga blogspot.

Jika kamu berharap mendapatkan penghasilan atau ingin serius dengan blog agar dianggap profesional, saya sarankan jangan mengikuti dotsemarang yang masih pakai blogspot.

Silahkan bangun branding dan beli domain + hosting. Jangan sampai kamu kena diskriminasi seperti saya dan akhirnya baper. 

Ya, itu saran saya untuk kamu.
*Sekelas dotsemarang saja bisa digituin *eh
😅

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini