Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Menikah Tanggal 12.12

[Artikel 33#, kategori Causeway] Saya terima nikahnya bla..bla.. suara dari seorang sahabat lewat video yang dikirimkan kepada saya hari ini, Minggu (12/12). Akhirnya pria kalem itu melepaskan masa lajangnya. Selamat pernikahan, langgeng dan berbahagia selalu.

Sepertinya tinggal saya saja yang belum memutuskan kapan menikah diantara sahabat saya yang sudah berteman sejak jaman SMP tersebut.

Saya hanya bisa melihat, tapi lagi-lagi tak bisa menghadiri. Sama seperti tahun lalu, sahabat sekaligus pemilik rumah yang saat menikah juga tidak saya hadiri.

Corona mungkin bisa jadi alasan terbesar sekarang ketimbang memikirkan bagaimana saya menghadiri ke pernikahan tanpa uang.

Saya harap sahabat saya ini selalu bahagia dan segera mendapatkan momongan. Andai boleh saya sarankan, rasanya menyenangkan punya anak perempuan.

Entahlah, hari ini saya terinspirasi untuk itu. Gadis kecil yang imut dan tanpa sadar sudah dewasa dan kita sebagai orang tua merasa bahagia karenanya.

Maaf belum bisa datang, apalagi komunikasi kita juga sudah jarang sekali. Kita tahu semua memiliki kesibukan masing-masing, meski saya berharap saya dihubungi untuk mendengarkan bagaimana perasaan akhirnya menikah juga.

...

Apakah kita ingat gimana harapan para pria muda tentang pernikahan para sahabatnya? Datang, pesta bujang dan menemukan harapan setelah banyak mendengarkan.

Sayang, itu tidak terjadi lagi. 

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini