Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Resolusi Tahun 2022 : Sehat Selalu

[Artikel 73#, kategori motivasi] Semakin ke sini (baca umur), rasanya saya tidak butuh apa-apa. Kegagalan mengganti sepeda sebagai tujuan resolusi tahun 2021, biarkan berlalu. Sekarang, lembaran baru terbuka lebar. Yang saya inginkan hanya kesehatan, biar saya mudah cari peluang.

Tahun 2022, umur setiap manusia akan bertambah. Termasuk saya yang akan berusia 36 tahun. Tidak ada pencapaian yang membanggakan untuk ditampilkan. Sebagai pria, itu menyedihkan.

Pentingnya kesehatan

Bila umur baru-baru 20-an hingga akhir 29-an, berjuang untuk mendapatkan kekayaan, wanita hingga pengakuan adalah keharusan dan kewajaran. Maka usia 30-an, saya hanya ingin menjaga tubuh ini tetap sehat.

Saya tak pernah berpikir persoalan keluarga akan jadi beban di usia 30-an. Apalagi saya datang bukan dari keluarga mapan, terkadang itu mengganggu sekali. Tapi mau gimana lagi, anak pertama lagi.

Kesehatan adalah tujuan baru yang saya harus perlakukan setinggi-tingginya tahun 2022. Percuma bahagia, jika membuat kesedihan bagi sekitar. Percuma merasa tegar, tapi orang-orang terdekat meronta-ronta.

Peluang = uang

Ketika tubuh sehat, saya percaya peluang itu datang dan membawa rezeki. Dengan sehat, saya bisa tetap fokus berkarya dan menjaganya tetap ada.

Tidak mudah menghasilkan uang di era pandemi sekarang, meski terdengar mudah bagi sebagian orang. Wajar mudah, karena jalan yang dilalui berbeda satu sama lain.

Tahun 2022, saya masih percaya dengan apa yang saya lakukan. Apa yang sudah dibangun, harus dituntaskan, meski godaannya banyak juga yang menggiurkan.

Saya percaya

Menjelang akhir tahun, kisah saya dari setahun lalu masih belum beranjak pergi. Meski dia berada dekat (satu kota), kami tetap tak bersama. Dia dengan pasangannya, dan saya yang sendiri semenjak ia memutuskan pergi.

Saya percaya bahwa Tuhan akan menurunkan seseorang kepada saya bila dirasa saya siap. Tuhan pasti tahu juga, saya belum sepenuhnya bermanfaat. Dan saya berharap, Tuhan menurunkan seseorang yang luar biasa buat saya.

...

Sehat..sehat, mari dimulai dari menjaga asupan untuk tidak berlebihan apa saja yang masuk ke dalam tubuh. Sehat...sehat, mari terus jaga kondisi tubuh dengan terus berolahraga. Entah bersepeda, futsal atau tidur cepat.

Terima kasih tahun 2021, sampai jumpa tahun depan.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

☕ Cerita Juli: Memulai Misi Hemat Bersama Kopi Luwak Sachet