Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Pekan 16 Liga Inggris: Norwich 0-1 Manchester United

[Artikel 96#, kategori MU] Sudah 3 pertandingan saya menyaksikan pertandingan Manchester United secara penuh. Harapan baru itu kembali menyala usai Rolando mengalahkan Crystal Palace di pekan sebelumnya. Karakter permainan dan bagaimana menguasai lapangan adalah alasan untuk kembali menonton mereka. Apalagi disiarkan di SCTV, gratis dan hemat kuota.

Sepertinya saya tidak menyukai jam pertandingan kali ini karena dimulai jam setengah satu malam. Jam tidur saya benar-benar terpangkas dan saya menderita karena ingin menyaksikan pertandingan kali ini. Tapi demi Ronaldo dan kawan-kawan, berkorban dikit tidak masalah.

Jangan remehkan tim bawah

Saya tidak ingin pengorbanan saya menyaksikan pertandingan kali ini berakhir sia-sia, apalagi sampai kalah. Maka tim yang diprediksi menang mudah, ternyata harus bersusah payah menghadapi Norwich City yang ditangani D.Smith sebagai pelatih.

Dan benar saja, selama pertandingan tim benar-benar kepayahan. Rashford, Sancho, Bruno hingga Ronaldo seperti kehilangan sentuhan. 

Tiap berada di dalam kotak pinalti, para pemain depan tampak kebingunan. Mulai dari salah oper hingga melakukan tendangan tidak jelas. 

Apakah ini juga karena lawan menumpuk banyak pemain di dalam kotak pinalti? Ya begitulah saat tim bawah berusaha tidak ingin kalah. 

Penyelemat

Karena Ronaldo, tim berhasil mencetak gol kemenangan. Skor tipis yang tidak diharapkan, tapi dengan situasi sulit saat bermain, kemenangan adalah sesuatu yang sangat berharga. Manchester United berada diurutan ke-5 hingga tulisan ini saya terbitkan.

Gol Ronaldo lewat pinalti kembali membuat rekor baru lagi. Mulai dari rekor cetak gol kemenangan terbanyak di Liga Inggris musim ini hingga mencetak gol di 3 pelatih berbeda dalam semusim (Ole Gunnar Solskjaer, Michael Carrick, dan Ralf Rangnick).

Meski begitu, pemain terbaik yang perlu lebih banyak diapresiasi adalah David de Gea. Penampilannya yang selalu luar biasa, kembali membuat lawan harus menutup wajah mereka dengan tangan. Saya sendiri saat menyaksikan seperti tidak percaya bahwa itu tidak gol.

PR Ralf

Pekerjaan rumah masih besar ternyata buat pelatih. Terutama sektor depan saat harus berhadapan dengan lawan semacam Norwich.

Jika tengah duet Fred dan McTominay seakan sangat padu, seharusnya Ronaldo mendapatkan sesuatu yang membuatnya lebih banyak mencetak gol. Saya harap PR ini tidak begitu lama dapat diselesaikan Ralf.

Pertandingan, gol dan linimasa

Semua tweet-tweet saya selama pertandingan yang dipadukan dengan tweet dari akun Manchester United sudah saya buat dalam momen. Semoga ini bermanfaat dan selalu diingat.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini