Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

5 Cara Menarik Perhatian Generasi M



Ada yang belum tahu tentang generasi M? Generasi ini adalah generasi yang tidak lagi menonton televisi, melainkan melihat dunia melalui ponsel mereka. Informasi ini menarik untuk diketahui bagi mereka yang mengembangkan produk lewat media sosial.

Bila mencarinya di mesin pencari, istilah ini cukup sulit juga ditemukan. Bahkan tulisan saya yang menulis bagian-bagian generasi menurut bidang marketing tak terlihat disana. Apakah generasi M ini adalah generasi Y? 90% saya meyakininya.

Mengutip dari majalah Mix*, bahwa tips yang disampaikan Reynold D'Silva, head FMCG & CPG Brand South East Asia Facebook ini ada lima langkah yang harus dilakukan para pemasar untuk menarik perhatian Generasi M,

1.Ciptakan berbagai variasi pesan yang personal.

Orang berada ditahapan kehidupan yang berbeda-beda sehingga sulit untuk terhubung dengan banyak orang dengan menggunakan iklan yang ditujukan untuk semua orang. Ingat, satu iklan bisa dibuat untuk menyasar semua orang.

2. Buatlah cerita sekuensial untuk memperkenalkan brand Anda kepada calon konsumen sebelum mendorong mereka membeli produknya.

Mulailah dengan pesan yang emosional, ikuti dengan pesan fungsional kepada konsumen yang sama, dan tutup dengan seruan untuk bertindak atau pesan promosi. Perangkat mobile, memungkinkan Anda untuk mengatur 'Path to Purchase' atau jalan menuju pembelian sesuau dengan konsumen perorangan. Lagipula, tidak ada yang suka 'hard sell', D'Silva.

3. Jangan salah berasumsi bahwa video pada dekstop dan perangkat mobile adalah sama.

Orang menyaksikan layar yang lebih kecil di perangkat mobile sering tanpa suara dan biasanya tidak lama. Teknik seperti hyperlapse dan subtitle bisa membantu untuk menarik perhatian sekaligus menyampaikan pesan Anda.

4. Ciptakan iklan yang kaya, dinamis, dan emosional.

Mayoritas pengambilan keputusan konsumen dilakukan secara emosional. Semakin emosional pendekatannya, semakin tinggi kemungkinan orang akan terpengaruh dengan apa yang Anda katakan.

Dengan penyebaran Wi-Fi gratis yang begitu cepat, konsumen akan lebih banyak menonton video melalui perangkat mobile. Format inovatif seperti Auto-play Ads, bisa meramaikan News Feed yang cenderung statis dengan gerakan, sehingga lebih mudah untuk menarik perhatian audiens Anda.

5. Jangkaulah orang sesuai dengan bagaimana mereka terhubung.

Penargetan audiens sesuai ketersediaan bandwidht internet memungkinkan Anda untuk menyajikan produk kreatif sesuai dengan koneksi jaringan yang mereka gunakan. Video di Wi-Fi, iklan carousel pada fitur ponsel, iklan produk premium untuk smartphone yang canggih.

...

Bila Anda masih bingung dengan pemaparan diatas mungkin itu wajar saja. Apalagi Anda tak begitu kenal dekat dengan dunia marketing. Sss... saya aja sebenarnya bingung karena saya tak menawarkan produk saya disini.

Ya mungkin tulisan ini akan bermanfaat bagi mereka yang mencari informasi soal marketing, media sosial dan bidang yang berhubungan. Cara pendekatan ini setidaknya membantu sebagian orang yang berkecimpung menjual nama brand mereka yang memang tujuannya jualan.

Semoga bermanfaat

Sumber:
Majalah Mix Edisi 9 Juli-19 Agustus 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger