Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Ayo Promosi..dan Terus Promosi

Gambar : Google

Kata menteri Pariwisata, Arief Yahya, tantangan dalam mengembangkan pariwisata Syariah adalah promosi. Jadi memang tantangannya secara umum promosi, secara khusus juga promosi.


Sepekan ini saya melihat beberapa tempat nongkrong di Semarang mulai tutup. Seperti sebuah takdir yang hanya tinggal menunggu waktu saja dan semua berakhir sudah. Adakah yang salah dengan mereka? Atau memang karakteristik kota ini yang menyenangi sesuatu yang baru sehingga yang tidak banyak ide akan punah.

Kembali lagi soal promosi, saya yang fokus dengan menulis blog tetap berharap menjadi bagian promosi dari mereka-mereka yang membutuhkan promosi. Sebut saja instansi pemerintah khususnya Dinas Pariwisata atau perusahaan telekomunikasi di negeri ini yang sempat buat heboh dengan mengundang banyak blogger lalu membagi-bagikan gadget buat blogger.

Ini sesuatu yang sangat saya harapkan sebagai blogger. Memang harga seorang blogger tidak semahal harga baliho yang terpampang besar di jalan. Blogger hanya menjual sudut pandangnya dengan pengalaman yang banyak dicari lewat mesin pencari.

Meski banyak blogger dan hadirnya buzer menjadi sebuah pekerjaan yang menarik sekarang ini, tidak membuat sebagian besar pemilik brand paham untuk memanfaatkan promosi yang terbaik.

Saya melihatnya di Semarang memang semakin banyak yang mulai sadar dengan cara berpromosi. Namun lagi-lagi, ketika mereka sudah bisa berjalan sendiri, mereka langsung meninggalkan kita-kita (blogger). Entahlah siapa yang salah.

...

Ayo promosi dan terus berpromosi, hanya itu yang bisa saya katakan untuk sekarang di dunia yang sedang menggandrungi media sosial. Bila kekurangan dana, cobalah manfaatkan blogger untuk mempromosikan merek Anda. Blogger memang memiliki kekuatan di dunia online tapi juga memiliki kekurangan di dunia offline.

Saya (blogger) tidak bisa dipajang di jalan untuk mengatakan kepada masyarakat bawah tempat ini menarik. Setidaknya bila Anda bekerja sebagai marketing, dan lainnya, cobalah menelusuri mesin pencari. Gunakan media sosial, gunakan smartphone dan cobalah berkenalan dengan kami.

Kami memang tidak memberi kepuasan soal promosi tapi kami bisa memberi dua pilihan. Anda tidak perlu banyak mengeluarkan dana promosi dan Anda duduk tenang untuk menemui kunjungan visitor baru di perusahaan Anda (website)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger