Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Blogger dan Ponsel yang Lebih Dari Satu



Ini bukan soal pamer atau kesombongan yang sengaja dibuat-buat. Lebih dari rasa kebahagiaan bagi mereka yang beruntung mendapatkannya. Memang akan ada yang sinis karena ini. Berpikir positif saja. Saya akan bercerita sedikit tentang hal ini disini.

Bulan April 2015 adalah kilas balik saya tentang perjalanan menjadi blogger yang untuk pertama kalinya mendapatkan ponsel. Tidak sampai disitu ceritanya berhenti. Masih berlanjut dengan yang ini dan itu.

Memanfaatkan blogger sebagai promosi

Sebagian orang yang pernah mengikuti acara ASUS memang sudah terbiasa mendapatkan ponsel dan tahun ini orang-orang beruntung tersebut ternyata masih ada yang berlanjut. Kebenaran momen grand launching di Jakarta beberapa bulan lalu menggandeng blogger sebagai bagian promosinya.

Disitulah menyenangkannya ketika yang namanya 'blogger' mendapatkan apresiasi seperti pengalaman yang saya dapatkan. Sungguh agak telat sebenarnya ketimbang mereka yang lebih dulu mendapatkannya. Tapi cerita waktu itu benar-benar indah pokoknya.

Mau nggak mau, harus gunain lebih dari satu ponsel

Bila pertanyaannya ditujukan kepada saya kenapa harus punya 2 ponsel, maka jawabannya adalah mau nggak mau. Lawong diberi sama perusahaan yang buat acara. Masa nggak digunakan mengingat teknologinya yang diatas rata-rata.

Selain digunakan untuk user experience alias pengalaman pengguna lalu diulas, menggunakannya bersamaan dengan yang lain lebih karena masih ada rasa penasaran, bangga dan bahagia yang belum reda untuk melepaskannya jatuh ke tangan yang lain (semoga tidak berpikir dijual).

Perusahaan yang memutuskan

Saya masih beranggapan bahwa sistem jaringan yang dibangun blogger akan menguntungkan seseorang. Saling kenal mengenal, satu komunitas dan berteman dekat benar-benar menghancurkan harapan bagi sebagian kecil seorang yang menulis blog dengan rajin tapi sendiri. Makanya membangun jaringan ini begitu penting menurut saya.

Tapi perlahan-lahan kesini, Anda akan dicari karena kualitas blog Anda bisa nangkring di mesin pencari. Bagaimana ingin dicari perusahaan kalau Anda jarang update blog maupun media sosial. Konsekuensi Anda mengaku blogger memang harus mengupdate. Kecuali Anda tidak pernah mengaku sebagai blogger dan menulis blog hanya sebagai hiasan kehidupan saja.

Semua, perusahaan yang memutuskan. Dan tidak ada lagi jaringan dari teman-teman yang membantu Anda. Bahkan orang-orang yang terdekat Anda yang bekerja di perusahaan tersebut malah tidak akan mengabari Anda bila perusahaannya akan menggandeng Anda sebagai bagian promosinya.

...

Menjadi blogger mungkin bisa seperti apa yang saya ceritakan diatas. Bahkan tanpa harus ikutan kuis. Sedangkan memiliki ponsel lebih dari satu ternyata menguntungkan juga untuk saya yang mengaku blogger.

Semisal ada acara, ponsel yang satu baterainya habis, masih ada yang satunya lagi. Kalau kameranya kurang terang di dalam ruangan bisa gunakan yang satunya. semua saling melengkapi.

Soal kekurangan, Anda sendiri yang bisa menyimpulkan pastinya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger