Catatan

Pria (Tidak) Berharga

Gambar
Saya melihat teman lama yang perutnya membuncit sedang menggendong anaknya. Terlihat senyumnya yang lepas seakan mengatakan bahwa dialah yang paling bahagia di dunia ini. Sebuah pesan kepada para lelaki bahwa ia sudah tiba digaris akhir seorang pria sukses. Lalu, kapan kamu? Entahlah, saya juga bingung mengapa saya berjalan tidak pada semestinya seperti para pria lainnya yang kerap kali membagikan momen-momen bahagianya dengan pasangan dan anak kesayangannya. Memiliki istri yang rupawan, apalagi setia, cakep tuh disebut keluarga kecil yang bahagia. Inilah kekurangan pada diri saya yang mengaku hebat dalam konsistensi, tapi sulit ekonomi. Pria (tidak) berharga Saya kembali memulai perjalanan baru sebagai pria yang kini menginjak usia 38 tahun. Apa yang akan terjadi sepanjang tahun, saya harap itu sangat berharga.  Di umur sekarang ini, saya percaya bahwa 'laki-laki sukses ada keluarga dibelakangnya yang hebat'. Saya merenung sesaat, andai saja saya bisa kembali mengulang waktu s...

Hubungan Zombie dan Army ?


Sebenarnya Vampir, Zombie, dan Drakula adalah sejenis bila melihat posisi mangsanya yang berubah menjadi si pemangsa. Bayangkan kalau yang digigit satu keluarga, kampung, kota dan negara, bakalan nggak habis-habis. Lalu datang jagoan yang menggunakan pakaian ala Army atau tentara, sudah deh tambah jadi. Entah dimana keseruannya menurut saya.

Saya sedang membahas tentang film yang digandrungi salah satu keluarga 'Causeway'. Selain sangat menyukai film-filmnya, dalam kehidupan nyata pun kurang lebih sama kegemarannya. Pakaian army, peralatan senjata (mainan), dan tentu ikutan komunitas Army.

Soal Zombie, sebenarnya bila menarik ulur kebelakang maka generasi saya dulunya mengenal namanya Vampir. Film ini dulunya sangat mendominasi TV Nasional. Film-film generasi Vampir yang berasal dari Asia dikemas sangat menarik. Bukan hanya soal seremnya saja tapi kelucuan dan drama asmaranya pun dijual. Sayang keberadaannya kalah dengan film Zombie atau Vampir sekarang.

Hubungan erat

Beberapa hari kemarin saya melihat layar TV di rumah sedang banyak menyetel film Zombie. Siapa lagi kalau bukan si bungsu, penggemar berat film ini.

Saya jadi heran kenapa seleranya tidak seperti saya seperti Bollywood atau Asia drama yang baru-baru ini saya sukai. Ya, sepertinya istilah kalau sama tidak menarik itu betul, beginilah jadinya.

Zombie selalu identik dengan perang dan pasukan Army. Seperti itulah kenyataannya. Jadi tidak heran, kenapa film dengan kategori ini adalah salah satu film wajib yang ditonton bila si bungsu di rumah ini sedang nonton (tv berbayar).

Jangan-jangan dia nanti berubah jadi Zombie juga, haha... Ngebayang yang nggak-nggak, deh. Trus yang jadi pasukan Army-nya sapa? Senjata di kamar itu mirip aslinya sangat berat lagi.

...

Saya sedang membangun cerita tentang keluarga Causeway untuk nantinya dapat dikenang beberapa puluh tahun kemudian saat saya tua nanti. Dengan cara ini, mungkin cerita yang nggak nyambung dan aneh akan menghiasi postingan saya.

Menulis itu tidak perlu jawaban, cukup dimengerti bagi si penulisnya saja. Jadi buat yang membaca postingan ini, kalian pasti gagal paham.

Setidaknya, selera film keluarga Causeway sangat banyak dan aneh-aneh. Selain saya yang suka Drama Asia akhir-akhir ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkenalan dengan Istilah Cinephile

Akhirnya Mereka Mudik Juga

Perjalanan Pulang Pergi ke Hotel The Wujil Resort & Conventions