Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Selamat Datang Usia 30 Tahun

 
Saat bersepeda pagi hari, saya melihat seorang pria dengan semangatnya mengayuh sepedanya seperti gambar diatas. Ya, gambar itu saya ambil langsung. Bayangan saya beberapa tahun kedepan apakah seperti itu?

Selamat datang di dunia kedewasaan! Seperti kutipan dari  buku, bagi sebagian besar kaum pria termasuk saya sendiri, memasuki usia 30-an adalah saat-saat yang tidak menyenangkan.

Bukan saja karena usia kepala tiga memiliki arti bahwa seorang pria harus rela melepaskan sebutan 'muda' yang selama ini melekat dalam dirinya, namun tuntutan tanggung jawab yang semakin besar telah memaksa kita memasuki sebuah dunia yang menuntut keseriusan untuk dijalani.

Mencintai dan dicintai

Awal tahun ini ada beberapa persoalan yang datang seperti dua mata belati yang tajam. Mencintai dan dicintai adalah sesuatu yang sebagian orang menyukai.

Saya sebenarnya senang dicintai, karena saya tahu bahwa saya sangat berarti. Sayangnya, saya tidak dapat membuat semuanya terjadi. Ada orang yang terluka karena perasaan tersebut. Saya tidak ingin punya perasaan bersalah karenanya.

Saya ingin punya hubungan serius. Ya, itu artinya mencintai. Dekat dengannya sudah cukup lama dan saya tahu kekurangan saya. Sayangnya, lagi-lagi saya tidak ingin membuat seseorang terluka karena perasaan suka saya. Ada orang yang menunggu dan mengharap dia. Kadang semuanya berjalan dengan tidak mulus.

Tentang pria bersepeda

Banyak orang berpendapat bahwa kedewasaan seorang pria akan tumbuh saat memasuki usia 25 tahun. Benarkah seperti itu? Jika saat ini, Anda berada pada usia awal 30-an atau pada akhir 20-an, Anda pasti akan dapat menilai secara obyektif, kapan saat yang tepat Anda mulai merasakan roh kedewasaan menyatu dalam diri Anda.

Saat melihat pria bersepeda (gambar), saya sudah memikirkan bagaimana nasib saya seperti pria tersebut. Apakah kegemaran saya bersepeda nantinya akan menjadi masa depan seperti dia? Bukan orang kaya atau berada, pria sederhana yang selalu bersedia ada.

Bagaimana dengan keluarganya? Apakah wanita yang ia cintai? Atau sebuah sistem perjodohan. Bagaimana dengan pekerjaannya? Apakah dapat membiayai keluarga besarnya, adik-adiknya dan tentu rumah tangganya? Atau jangan-jangan.... Entahlah.

...

Hidup di awal usia 30-an berarti sebuah perubahan bagi manusia, dan itu berlaku bagi para pria dan juga wanita.

Bakalan jadi postingan yang meramaikan tahun 2016, nih. Semoga bisa belajar dari ini. Dan postingan ini saya labelkan dengan nama 'pria 30 tahun'. Lalu, referensi utama dari buku 'Guys in early 30's by Arista Yogaswara yang saya beli 4 tahun lalu.


Komentar

  1. Dan karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar. Surat An Nisa': 113

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger