Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Kebanjiran Konten Tanpa Menciptakan Konten


Facebook kini bisa menjadi perusahaan yang setiap harinya kebanjiran konten, tanpa harus menciptakan konten sedikit pun. Sesuatu yang diharapkan oleh seorang blogger tentu adalah konten. Tapi ini, ah tidak.


Tentang paragraf pertama diatas saya dapatkan inspirasinya dari majalah Marketing edisi Januari 2016. Ya, menggelitik sih mengingat tren tahun 2016 adalah konten tetap nomor 1.

Liga Blogger Indonesia Kebanjiran konten

Gara-gara kalimat tersebut, saya memikirkan Liga Blogger yang sedang berjalan saat ini. Pasti sudah tahukan? Lewat tema-temanya serta tantangannya, LBI tanpa sadar kebanjiran konten tanpa menciptakannya. Ada sih, sedikit. Tapi kurang lebih sama dengan facebook.

Konten-konten yang dibuat oleh 40 blogger, dikali 2 posting total 80 postingan, tentu membuat mesin pencari seperti google kelimpungan tiap pekannya. Apa sih ini, begitu kira-kira pikiran mereka.

Apakah ini menguntungkan bagi LBI sendiri? Bagaimana dengan bloggernya? Ah, mereka sendiri yang pasti bisa menjawabnya. Saya sih ikut-ikut saja (baca; lelah karena melihat 80 postingan tiap pekan).

Bahagia itu

Disatu sisi mungkin saya akan mengeluh karena saya memang manusia biasa. Namun disatu sisi lain saya merasa senang. Konten yang diciptakan peserta memang banyak, meski begitu setidaknya mereka punya sisi konten menarik yang ada pada blog mereka.

...

Suatu hari saya juga mau seperti facebook dari sisi iklan. Semoga saja, ada yang mau pasang iklan karena konten-konten tersebut. Harus jadi perusahaan? Semoga saja kelak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger