Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Tidur Siang Dulu Sebelum Malam Tahun Baru


Mengalahkan kebiasaan terkadang sangat sulit. Mungkin saat itu pikiran saya berkata demikian, makanya saya memutuskan tidur siang dahulu sebelum keluar rumah malam hari. Maklum, setahun belakangan saya selalu tidur diawal malam.


Paragraf diatas berhasil saya tulis sebagian dari ponsel saya, Zenfone 2. Setelah itu saya benar-benar tertidur. Saat niat diluruskan, selalu mudah dilakukan. Dan saya berhasil meski tidak tidur lebih dari 2 jam.

Hari ini, kamis (31/12/15), saya punya misi untuk keluar malam. Sesuatu yang sudah sangat jarang dilakukan bila tak penting-penting amat. Kebenaran nih malam sangat penting dan penuh momen.

Ngomongin soal momen, saya malah gagal move on. Gara-gara ngeliat album Picasa, saya lihat banyak foto kenangan. Dilema memang. Tapi saya berharap tahun 2016 adalah titik balik saya seperti anak yang baru dilahirkan kembali.

Cuma bertahan beberapa jam

Jam 5 sore setelah segala persiapan, saya siap berangkat mengitari kota Semarang dengan rute Kota Lama dan Simpang Lima. Jalan muter dari rumah.


Misi saya adalah bertahan hingga perayaan pergantian tahun. Itu ternyata sangat sulit. Hingga pukul 9 malam, saya sudah kelelahan sendiri mengengkol sepeda. Kamar yang nyaman selalu memanggil-manggil buat saya pulang.

Ini buruknya orang yang berzodiak Cancer, rumah adalah tempat paling nikmat di dunia. Meski di rumah saat itu, keluarga sedang merayakan malam pergantian dengan teman-temannya. Rumah sangat ramai.

Saya sebenarnya sudah berusaha tidak menyerah dengan keadaan dimana cuaca terang benderang. Mulai dari menikmati bakmi yang super lezat yang ada di kota lama hingga menikmati malam dengan berkeringat. Nyatanya tetap saja.

...

Bedanya tahun baru kemarin dan sekarang di rumah adalah suasananya. Tahun lalu saya memutuskan tidur lebih awal dan semua orang (keluarga) juga pada tidur. Sekarang, saya juga memutuskan tidur diawal tapi rumah seperti sedang menggelar pesta bujang, rameee pooll.

Sesungguhnya tidur siang itu sudah membuat saya terjaga, tapi pola kehidupan sehari-hari belum bisa diajak kompromi. Selamat tahun baru dan tetap semangat!


Komentar

Postingan populer dari blog ini