Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Tentang Selingkuh Awal Tahun

 

Selingkuh itu indah, selingkuh itu juga kadang membuat harap-harap cemas. Ketika seseorang bersama yang bukan pasangannya dan melibatkan perasaan, itu dinamakan selingkuh.  Begitu saya mengartikannya. 


Ini bukan soal saya, karena tidak mungkin saya selingkuh jika status saya pun tidak jelas alias single. Ini tentang seseorang, orang yang dekat saya.

Pagi yang indah

Ketika mendapati seseorang yang bukan pasangan sebenarnya ada di samping tidur kita itu sungguh indah. Saya membayangkannya. Rambut panjang, hitam, cantik dan wajah sedikit dewasa karena bentuknya yang indah.

Bagaikan mendapatkan durian runtuh, apakah ini surga namanya? Ketika kehidupan yang menoton dan pasangan yang jauh berada, ia menggantikannya seperti seorang yang lama dikenal.

Bukan cerita malam itu yang membuat saya bahagia atau berada disampingnya denan mencium tubuhnya, tapi saat diperlakukan sebagai pria sejati saat pagi hari. Segelas kopi dan melihat ia sibuk memasak seolah saya telah sempurna sebagai pria yang berumah tangga.

Sesuatu yang jarang, mungkin tidak sama sekali didapatkan oleh pasangan yang masih sebatas pacaran. Mungkinkah ini kerinduan pria yang butuh kasih sayang? Entahlah, momen itu adalah paling bahagia ketimbang seks sekalipun.

...

Saya banyak melihat perselingkuhan dan mungkin saya juga pernah melakukannya. Selingkuh bukan berarti tidak setia dalam konteks, tapi sedikit nakal karena sesuatu yang dikatakan sepi, sendiri dan tidak ada tantangan saat bersama pasangan.

Jahat, pasti. Tidak ada yang baik bila kita sudah selingkuh. Tapi percayalah, selingkuh itu bukan berarti memutuskan pindah ke lain hati. Untuk pria, ini hanya soal sosok yang berbeda dan perlakuan berbeda.

Saya berharap seseorang itu tidak akan selingkuh lagi. Selingkuh sebelum menikah itu setidaknya lebih baik daripada selingkuh setelah berumah tangga. Karena pada dasarnya masa dewasa pria mengalami sesi kedua saat usia diatas 40 tahun.

Selamat pagi buatmu, wanitaku...

Gambar : Google

Komentar

Postingan populer dari blog ini