Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Ini Passionku!


Menyenangkan rasanya ketika melakukan apa-apa sesuai passion atau minat. Rasa lelah, kurang percaya diri, dan seabrek persoalan hilang terkikis begitu saja. Saya terharu mendengarnya.


Sore itu, langit cerah, aktivitas weekend saya habiskan dengan nonton K-Drama. Entah mengapa sifat ini jadi menarik akhir-akhir ini. Sempat ada kalimat motivasi dari sebuah film yang membuat saya agak galau sedikit. Bunyinya,

Ketika kamu masih bisa menghabiskan waktu dengan menonton televisi, kamu sama saja berarti mengubur mimpi-mimpimu.

Teng... begini burukkah aktivitas saya akhir pekan ini. Tapi itu sesaat, saya sudah kembali mengganti episode baru.

Terharu

Gambar diatas bagi sebagian orang tentu sudah tak asing. Pentolan gank 'Causeway' ini sedang menikmati masa-masa indahnya menempuh pendidikan S1 nya yang kali ini punya cerita baru dan alhamdulillah, ia menyukainya.

Sore itu saat ia mengerjakan beberapa tugas kuliahnya, saya melihat waktu beberapa tahun lalu tentang bagaimana ia sangat bosan dan malas berkuliah. Kini melihatnya lebih semangat terkadang membuat saya terharu dan bangga juga.

Sempat saya godain tentang semangat belajarnya tersebut, dan ia menjawab 'Ini passionku!' Begitulah jawaban singkatnya tentang semangatnya kali ini. Dan bahkan sudah menentukan waktu lulusnya dengan percaya diri.

...

Beberapa tahun lagi saat membaca ini, semoga tidak hilang atau terhapus, saya pasti menitikkan air mata. Tidak mudah hidup di Semarang kala itu. Bahkan, saya harus banyak kehilangan orang-orang yang saya sayangi. Semoga Almr. Teddy senang juga mendengar kabar ini.

Sekarang, bagaimana dengan saya kedepan? Mari menghadapinya saja. Lakukan yang terbaik hari ini, seolah besok sudah tak terlihat kembali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini