Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Bagi Wanita, Waktu Adalah Soal Kenyamanan


[Artikel 13#, kategori Wanita] Saya sedang memikirkan tentang maksud kenyamanan dari wanita ketika pria ingin mendekatinya. Meski sudah akrab, dalam artian berteman, tidak mudah menaklukkan hati wanita. Buat mereka, pria harus bersabar mendekatinya. Tidak usah buru-buru.

Setiap pria selalu mengimpikan seorang pasangan, tidak heran ketika pria langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Aura wanita yang kodratnya memancarkan keindahan membuat para pria menyukainya.

Memang tidak semua wanita akan memiliki pemikiran sama, termasuk pria. Jadi jangan berharap terlalu tinggi dengan postingan ini bahwa semua wanita berpikir seperti yang saya tulis ini.

Waktu

Pernah merasakan getaran cinta tapi tak berani diungkapkan. Takutnya ditolak, yang berarti dapat merusak hubungan yang dijalin. Saya dan mungkin sebagian kecil pria memikirkan ini begitu jauh.

Akhirnya saya menemukan jawaban tentang penantian kebersamaan pria dan wanita yang tak kunjung jatuh cinta. Saya bicara dengan seorang wanita, yang menurut saya, ia adalah perempuan kuat dan tidak mudah ditaklukkan.

Ia membeberkan rahasia yang mungkin bisa dijadikan patokan bahwa seseorang yang ingin mendekatinya harus bisa bertahan dengan waktu. Maksudnya, kesungguhan bisa dilihat dari seberapa besar pria bertahan menunggu hari demi hari, bulan demi bulan, untuk memastikan si wanita menyukainya.

Karena bagi wanita, waktu adalah kenyamanan. Wanita tidak ingin buru-buru meski sudah tahu perasaan si pria. Tapi bagi wanita, perasaan itu bisa hilang dan ia tidak ingin dipermainkan. Laki-laki sabar adalah kekasih yang baik menurutnya.

Ketika mengetahui ini, saya dalam lubuk hati ingin sekali berteriak. Saya tidak punya waktu untuk bermain dengan perasaan. Saya bukan anak sekolah yang mengganggu hari-hari si wanita dan kemudian jatuh cinta. Saya ingin serius berhubungan, itu saja. Soal waktu, mari kita jalani terlebih dahulu.

Bodoh! Kalimat itu tentu tidak akan terdengar buatnya. Saya rasa lebih baik disimpan dalam hati. Saya mengerti kapasitas saya, ketika berani melakukan dan serius, saya harus selesai hingga akhir. Dan itu terkadang sulit. 

...

Buat pria yang mudah jatuh cinta, saat mereka single, mereka bisa mengajak dengan siapa berkencan. Namun saat sudah memilih sebagai pasangan, ia akan berusaha bertahan. 

Jadi, ketika kamu sebagai pria sedang menanti hubungan serius dengan seorang wanita, bersabarlah. Berikan kesempatan dengan waktu yang banyak untuk membuatnya merasa nyaman denganmu.

Namun bila kamu tidak sabar dengan durasi waktu yang tak kunjung datang, dan hanya bawa perasaan. Lebih baik, kamu alihkan waktumu dengan wanita lain yang siap jatuh cinta kepadamu.

Wanita menganggap waktu adalah soal kenyamanan, sedangkan pria versi saya adalah soal setia pada satu pasangan. Benarkah bisa setia? Entahlah.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini