Membangun Eksosistem Bloger Part 2


[Artikel 69#, kateogori bloger] Saya senang dengan atmosfer yang terbangun sekarang, apalagi menjelang penutupan tahun 2016. Saya berharap, ini yang terakhir. Tidak ada lagi membangun seperti yang sudah-sudah. Semoga suasana yang terbangun sekarang disekitar saya ini bisa bertahan lebih lama. 

Maret 2015, postingan tentang ekosistem bloger sudah saya tulis saat itu. Kebenaran juga pada waktu itu juga menjadi tema buat peserta Liga Blogger Indonesia. Berikut tulisannya.


Ekosistem bloger

Mungkin yang terbiasa dengan saya, pasti sangat familiar dengan foto-foto saya dengan banyak perempuan. Baik acara kopdar bloger Semarang atau pun acara lainnya. Semua perempuan tersebut adalah bloger Semarang.

Saya mengumpulkan mereka ke dalam sebuah wadah yang saya sebut forum atau kumpulan. Saya sudah memperjelas tentang diri saya yang tidak ingin lagi berkomunitas. Jadi keberadaan mereka bukanlah sebuah komunitas baru yang saya coba buat kembali. Jujur, saya kapok berkomunitas untuk sekarang.

Mengapa hanya saya saja laki-laki di sana? Selain karena saya yang buat wadah tersebut, saya kesulitan menemukan bloger pria yang tidak beratribut komunitas atau populer. Dengan keberadaan mereka, saya ingin mempertahankan ekosistem bloger yang ada di Semarang bahwa kami ada.

Apa arti sebenarnya ekosistem bloger menurut saya sebagai Asmari? Sebuah lingkaran kehidupan yang terbentuk untuk saling melengkapi keberadaan satu sama lain. Memberi keuntungan, pengalaman, pembelajaran dan saling melengkapi.

Di Semarang, ada banyak komunitas bloger yang masih aktif dan konsisten. Keberadaan mereka tentu dicari brand atau perusahaan yang ingin melebarkan sayap untuk berpromosi.

Saya sendiri tidak ada di dalam lingkaran antara komunitas, perusahaan, brand, pemerintah atau agency yang selalu berhubungan tersebut. Namun, saya selalu hadir ditengah lingkaran tersebut dalam hal personal. 

Ya, saya menjadi individu yang beruntung dapat menikmati fasilitas komunitas bloger Semarang yang selalu diajak perusahaan atau brand. Saya tidak bermaksud sombong, tapi begitulah yang terjadi. Mungkin juga karena pengalaman masa lalu di dotsemarang.

Karena saya berada di titik sebagai individu, terkadang saya tidak memiliki akses untuk mengajak bloger lain semisal ada brand membutuhkan bloger untuk acara di Semarang. Saya tidak mungkin meminta bloger dari komunitas yang ada, karena saya bukan orang baik yang selalu memberi. Orang tidak memikirkan saya, buat apa saya harus memberi mereka. Toh, kekuatan komunitas lebih besar ketimbang seorang diri.

Menyadarai ini, saya membangun orang-orang yang ingin bergabung dengan saya untuk menjadi bagian ekosistem yang sudah ada. Karena ini bukan komunitas, saya tidak punya ikatan emosi di sana. Gagalnya komunitas terkadang karena kedekatan individu yang berharap terlalu tinggi.

Part 2

Perempuan-perempuan yang selalu beraktivitas dengan saya ini merupakan perempuan hebat semua. Mereka memiliki semangat, ambisius, mau belajar, berani, tangguh, percaya diri dan terkadang egois.

Saya berharap, keberadaan mereka bisa membuat banyak perusahaan / brand, pemerintah dan lainnya tertarik. Di Semarang banyak lho blogernya, dan keberadaannya ada ternyata.

Terkadang, saya menemukan pertanyaan tentang keberadaan bloger Semarang yang katanya tidak begitu kelihatan. Padahal, nama besar Loenpia dan eksistensi Gandjle Rel sudah luar biasa menurut saya.

Tapi begitulah. Manusia itu unik dan menarik. Wajar kadang ada yang nggak tahu. Mungkin karena sibuk atau malas mencari saja.

...

Tahun 2017 sebentar lagi. Saya berharap keberadaan ekosistem bloger yang saya bangun ini terus bertahan dan terus terlibat dengan berbagai aktivitas.

Bila akhirnya nanti nasibnya sama seperti dotsemarang yang dulunya sebuah komunitas kemudian hilang, saya harap keberadaan mereka tetap sama dan terus terhubung. Apalagi ngebangun komunikasi di era sekarang begitu mudah dengan banyaknya social chat.

Saya tidak akan baper lagi semisal beberapa orang akan pindah kota karena pekerjaan atau melanglang buana menemukan kebahagiaan. Karena saya sudah menekankan bahwa kami bukan komunitas yang tak punya rasa emosi mendalam satu sama lain. 

Saya hanya akan menghargai setiap individu selama mereka masih punya rasa hormat juga kepada saya. Dan saya harap itu selalu ada.

Mari manfaatkan ekosistem ini dengan sebaik mungkin. Gali potensi yang terpendam, terus belajar tanpa henti, percaya diri karena ada rasa kebanggaan terlibat banyak kegiatan, dan tetap jalin komunikasi guna memperart hubungan satu dengan lainnya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wah, Tri Luncurkan Paket Sahur Alias Paket Malam yang Aduhai