Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Tempat Perfect Menulis di Hari Kamis Setelah Nonton Film Indonesia


[Artikel 14#, kategori Kofindo] Seperti biasa, hari ini adalah hari kamis dan itu artinya saya harus pergi ke bioskop nonton film Indonesia. Kamis ini, ada 4 film Indonesia yang tayang dengan kualitas sangat baik. Salah satunya adalah film Headshot, sudah nonton?

Saya ingin bercerita sedikit tentang aktivitas saya tiap kamis bersama kofindo. Sebelum menjadi review film yang akan dipublish di blog dotsemarang, saya setelah menonton harus segera menulis membuat review film.

Karena bioskop yang nayangin film Indonesia adanya di mal, maka mau tak mau, saya harus mencari tempat menulis. Tempat yang biasa saya gunakan biasanya Tea House Tong Tji, tapi kalau lagi gak ada duit, saya memilih lokasi yang ada di bioskop (tempat keluar masuk khusus karyawan).

Saya punya kelemahan bila harus menulis film di rumah. Meski ada catatan yang saya buat untuk poin-poinnya, menulis rumah banyak sekali hambatannya. Kadang kehilangan momentum yang membuat mood hilang seketika, akhirnya dibiarkan berhari-hari. Tulisan jadinya kurang ada jiwanya.

Gelael Supermarket yang ada tempat nongkrongnya

Semenjak direnovasi, Gelael supermarket yang ada di Mal Ciputra menjadi lebih asyik karena ada tempat nongkrongnya. Namun baru 2 minggu ini saya mencobanya secara langsung saat diajak teman saya.



Konsep tempat nongkrong yang dibuat membuat saya berpikir bagaimana tren sekarang ini banyak minimarket melakukan hal yang sama. Pengunjung bisa ngopi, minum jus, makan siang (sudah dikemas dan siap saji), bayar langsung setelah belanja di supermarketnya, makan di tempat, dan sebagainya.

Untuk menambah nilai pengunjung agar lebih betah disediakan akses Wifi, sayang waktu ke sini saya nggak menggunakan. Semenjak ada Mifi Andromax M3Y, saya lebih suka pakai yang saya miliki.

Kamis ini (8/12), saya memutuskan tempat menulis di sini. Lebih perfect ketimbang Tea House yang ada di dekat bioskop. Harganya kurang lebih sama. Murah meriah. Kekurangannya, tempat duduk terbatas. Kalau sudah penuh, Anda tidak akan dapat bangku. Berbeda dengan Tea House, lokasinya dalam satu mal lumayan banyak. Jadi ada alternatif lain semisal penuh. Dan di sini tidak ada colokan listrik juga ternyata.

...

Kamis ini saya cuma punya cerita seperti ini. Saya senang suasana bioskop hari ini juga ramai. Ada 2 film Indonesia baru yang tayang seperti film Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 dan film Headshot.

Selain itu, saya hari ini ada yang mentraktir. Itu lebih menyenangkan lagi, dan saya harap ia tidak kapok. Berbagi itu indah, semoga obsesinya tersalurkan menjadi energi positif.


#Kamiskebioskop

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini