Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Cari Pasangan yang Kaya, Mengapa Tidak?


[Artikel 35#, kategori Pria Seksi] Jujur, saya berharap mendapatkan pasangan dari keluarga orang kaya. Tidak munafik memang mengingat saya tidak dalam level keluarga yang kurang berada sehingga punya harapan seperti itu. Tapi suara ditelpon tadi, saya diberi semacam wejangan untuk tidak mencari pasangan yang kaya raya. Alasannya?

Tidak salah ketika saya atau kamu punya harapan super tinggi. Namanya juga harapan, kadang itu membantu kita untuk lebih berusaha. Meski kalau kamu lihat film di televisi, harapan terlalu tinggi membuat seseorang jatuh ke dalam lubang yang dalam.

Bila harapan dikelola dengan baik dibarengi doa dan kemauan, tentu selalu ada jalan menuju Roma. Kadang kita sudah pesimistis karna sudah digerogoti informasi bahwa jangan bermimpi terlalu tinggi.

Yang saya pikirkan ketika mendengar wejangan dari seseorang yang saya sebut Paman ini memang benar dari sudut pandang beliau sebagai pria yang sudah berpengalaman dengan keluarga yang bahagia. Apakah ini berarti saya harus ikut juga seperti dia. Mungkin saja.

Pasangan kaya tapi terlihat sederhana 

Ada, tapi tidak banyak. Bila mendapatkan pasangan seperti ini tentu saya sangat bahagia. Anggapan bahwa keluarga kaya bakal nginjak - nginjak suami biasa memang sudah banyak terjadi. Tapi dalam hidup saya, kan belum. Mungkin bila terjadi, saya akan cari solusinya, mengingat saya sudah menulis ini hari ini.

Sekali lagi, berharap mendapatkan pasangan kaya itu tidak masalah. Yang masalah itu meski kamu mau, calon pasangan kamu itu kira - kira mau nggak. Kalau cuma asal berharap lalu ketemu kaya dan langsung suka, ya jadi masalah kalau gitu.

*Gambar di atas merupakan gambar ilustrasi.

...

Saya tidak tahu bagaimana nasib saya ini besok. Yang saya tahu, hari ini saya harus melakukan yang terbaik. Itu saja.

Soal pasangan yang berasal dari keluarga kaya, sebagai pria yang berasal bukan dari keluarga kerajaan, tentu saya berharap. Namun saya percaya jodoh itu sudah ada yang mengatur. Siapapun dia, tentu saya akan menerima.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini