Selamat bertambah usia untukku. Di tengah perayaan sederhana yang kuhidupkan lewat tulisan ini, aku memilih tema “Pria Tidak Berdaya” sebagai cermin perjalananku. Bukan untuk meratapi nasib, tapi untuk memeluk kejujuran—tentang diriku, tentang hidup, dan tentang harapan yang masih kugenggam erat meski kadang terasa rapuh. Dalam bahasa Indonesia, “berdaya” berarti punya kekuatan, kemampuan, atau kemauan untuk menghadapi hidup—entah itu menyelesaikan masalah, mengejar mimpi, atau sekadar bangun dari tempat tidur dengan semangat. Tapi di usia ini, aku merasa berada di sisi sebaliknya: tidak berdaya. Bukan karena aku menyerah, tapi karena hidup terasa seperti permainan yang aturannya terus berubah, dan aku sering kehabisan napas untuk mengejar. Hampa di Tengah Keramaian Di usia 39, aku melihat banyak pria seusia ku hidup dalam ritme yang sepertinya lebih “hidup”. Mereka punya pekerjaan yang memberi kepastian—gaji bulanan yang datang tanpa drama, hanya perlu mengatur apa yang masuk ke ...
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Hadir di Kelas telusuRI yang Mengusung Tema Memotret Lanskap Dari Udara
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
[Artikel 31#, kategori aktivitas] Hari minggu, 5 Maret 2017, bertempat di Impala Space - Spigel, Kota Lama, saya hadir di acara yang diselenggarakan Sekolah telurusuRI. Ini adalah edisi ketiga mereka untuk kelas di Semarang.
Postingan ini saya buat hanya untuk memberitahukan tentang aktivitas saya saja kemarin. Soal isinya, dan apa saja yang dibagi, nanti saya update di blog dotsemarang.
Aktivitas ini saya buat dalam bentuk video di kanal Youtube saya. Saya sepertinya sedang termotivasi untuk terus mengupdate aktivitas saya lewat video. Ini juga karena kanal Youtube saya masuk dalam postingan populer 5 besar. Bisa dilihat di sebelah kanan (widget).
Ada pertanyaan terkait Sekolah telusuRI dari beberapa orang yang saya ketemui kemarin di lokasi. Ini apa sih, dan apakah Sekolah telusuRI ini?
Sekolah telusuRI menurut saya merupakan ruang berbagi yang mengajak siapa saja untuk bertemu atau istilahnya berjejaring, dan berkolaborasi untuk mempromosikan Indonesia. Saya bisa hadir kali ini juga karena mendapat info jadwal mereka lewat email yang mereka kirimkan.
Ya, saya pernah mengikuti kelas ini sebelumnya. Dan orang-orang dibalik telusuRI Semarang ada beberapa yang saya kenal dan cukup populer di komunitas dulunya. Setidaknya setiap mengikuti kelas seperti ini, saya bisa bersilaturahmi dengan mereka dan memastikan mereka baik-baik saja. Termasuk mereka melihat saya juga.
Sudah update reviewnya di blog dotsemarang Yang ingin tahu reviewnya, silahkan buka di sini.
...
Bila sudah melihat video saya tersebut, tentu ada sedikit bocoran tentang apa saja yang dibagikan dalam kelas telusuRI Semarang ini. Pasti menarik tentunya.
Sekali lagi, kelas telurusuRI hampir sama dengan Akademi Berbagi. Hanya bedanya, kelas telusuRI konsen ke Indonesia banget yang punya misi mengajak siapa saja mengenalkan Indonesia lewat konten berupa foto, video, tulisan dan sebagainya. Kalau ini kurang, mohon dibantu ditambahkan.
*Saya suka dengan MC di kelas ini, bukan karena memang ia cantik dan menarik. Tapi karena gambar yang ditaruh di layar proyektor itu benar-benar menarik ketimbang aslinya, haha..jangan marah. Begitulah saya melihatnya. Anggap itu sebagai pujian.
**kelas kali ini lumayan banyak juga yang mengikuti dari kasta bloger *haha..berat bahasanya
[Artikel 17#, kategori Tips] Saya sudah menghitung kira-kira berapa kuota yang dihabiskan untuk menonton siaran langsung sepakbola via streaming. Tentu Anda sekarang bisa mengukur biaya untuk menghabiskan kuota apabila tim kesayangan Anda akan bertanding hari ini.
Begini rasanya ketika mertua datang ke rumah, nggak enakan. Padahal, cuma menjenguk cucu kesayangan. Tapi rasa malas yang biasa dirasakan sebelum nikah, berubah rasa risih. Serba salah, pokoknya.
[ Artikel 32#, kategori keluarga ] Hujan mengguyur Kota Semarang seharian penuh hari ini, Rabu (22/4). Bagi sebagian orang, rintik air yang jatuh mungkin terasa menenangkan, namun bagi saya, ada trauma kecil yang menyelinap setiap kali langit mulai mendung. Benar saja, hujan kali ini kembali membawa pesan yang selama ini paling saya hindari: kabar duka. Suara dering telepon yang belakangan ini sering membuat saya waswas tiba-tiba memecah keheningan. Di layar ponsel, terpampang nama Bapak. Begitu tombol terima saya tekan, terdengar suara yang sangat familiar sedang bertanya tentang cara melakukan panggilan video. Tak lama, sambungan berganti menjadi video call . Melihat wajah Bapak dengan peci putihnya, perasaan saya mulai tidak enak. Jarang sekali beliau meminta panggilan video jika tidak ada hal yang sangat mendesak. Benar saja, dengan nada suara yang berusaha tenang, Bapak mengabarkan bahwa adik bungsunya—paman saya—telah meninggal dunia. Kalimat Innalillahi meluncur begitu saja. Sa...
[ Ini adalah artikel ke-10 kategori Cinta ] Saya menaruh postingan ini dari pengalaman saya sendiri, jadi tidak semua pria memiliki sifat sama seperti saya. Beberapa hal mengenai wanita yang dapat membuatnya sedih maupun tersenyum, terkadang pria menyukainya. Tapi kadang pula, pria dianggap baperan. Wajar saja sih.
Selamat bertambah usia untukku. Di tengah perayaan sederhana yang kuhidupkan lewat tulisan ini, aku memilih tema “Pria Tidak Berdaya” sebagai cermin perjalananku. Bukan untuk meratapi nasib, tapi untuk memeluk kejujuran—tentang diriku, tentang hidup, dan tentang harapan yang masih kugenggam erat meski kadang terasa rapuh. Dalam bahasa Indonesia, “berdaya” berarti punya kekuatan, kemampuan, atau kemauan untuk menghadapi hidup—entah itu menyelesaikan masalah, mengejar mimpi, atau sekadar bangun dari tempat tidur dengan semangat. Tapi di usia ini, aku merasa berada di sisi sebaliknya: tidak berdaya. Bukan karena aku menyerah, tapi karena hidup terasa seperti permainan yang aturannya terus berubah, dan aku sering kehabisan napas untuk mengejar. Hampa di Tengah Keramaian Di usia 39, aku melihat banyak pria seusia ku hidup dalam ritme yang sepertinya lebih “hidup”. Mereka punya pekerjaan yang memberi kepastian—gaji bulanan yang datang tanpa drama, hanya perlu mengatur apa yang masuk ke ...
Komentar
Posting Komentar