Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Peserta #LBI2017 Sering WO, Menurut Saya Mereka Pahlawan


[Artikel 41#, kategori Liga Blogger Indonesia] Mereka memang pahlawan bagi sebagian peserta yang mendapatkan pertandingan melawan mereka. Karena mereka, lawan mendapatkan skor 3-0 tanpa perlu kerja keras sebenarnya. Tapi buat saya, mereka mencoreng kompetisi yang ingin belajar dewasa ini.

Saya ingin mengambil sisi positifnya saja tentang peserta atau bloger yang mengikuti kompetisi Liga Blogger Indonesia musim kelima tahun 2017. Mereka merupakan unsur yang tak terpisahkan layaknya rantai makanan. Nggak seru kalau hidup cuma tentang hal senang-senang saja. Kita butuh rasa sedih, marah dan galau.

Mereka yang WO pasti punya alasan khusus mengapa mereka meninggalkan kompetisi tanpa bertanding. Mungkin mereka kehilangan laptop, semangat, masalah keluarga, cinta atau lain sebagainya. Atau mungkin mereka bingung berkompetisi.

Entahlah. Saya hanya berharap, mereka kembali dan menyelesaikan pertandingan hingga selesai. Sangat disayangkan kalau kalah hanya soal masalah pribadi saja. Semua punya cara, hanya saja, apakah kita menemukan caranya?

Semoga, mereka tetap semangat dan membuat kompetisi kembali sengit. Karena semangat mereka, membuat saya terus membuat kompetisi ini terus berjalan.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini