Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Yang Dibanggain Pria Umur 30 Tahun Selain Harta dan Wanita


Sudah akhir pekan lagi, dan siap berganti bulan dari Januari ke Februari. Pagi ini matahari terlihat sangat cerah. Tapi jangan terkecoh akan kecerahannya, beberapa hari ini hujan selalu terjadi sore menjelang malam. Hari ini saya mau cerita tentang pria usia 30 tahun, seperti sebuah kecemasan saja haha...

Kemarin saya nemu lagi artikel tentang pria-pria yang menikah diatas 33 tahun. Mereka para selebriti dan bintang Korea Drama yang filmnya tahun ini semakin banyak saya lirik untuk ditonton.

Ketika berharap usia 30 ingin menikah, saya dihadapkan dengan dilema bagaimana memberi makan dan mencukupi kebutuhan hidup pasangan. Selain soal seks yang bisa saya jamin, mungkin dilema sebenarnya diluar itu.

Pekerjaan yang masih nggak jelas

Bila aktor pria drama Korea punya segalanya, seperti tampang, popularitas, hingga kekayaan tentu ini kebalikan dari hidup saya saat ini. Menjadi blogger ternyata tidak mudah. Pekerjaan ini malah mirip seperti freelancer yang akan terlihat menyenangkan jika mendapatkan proyek, sisanya mungkin makan mie bungkus adalah alternatif.

Berjuang bersama, saya pikir artikel itu bermanfaat (pernah baca gitu). Tapi, sampai sekarang saya belum menemukan seseorang yang mau diajak berjuang bersama. Mau kencan saja semisal nonton, itu pun perlu dibayarin. Mau makan malam pun perlu mengeluarkan uang. Malu dong, yang pedekate siapa yang bayar siapa?

Akhirnya, pulang ke rumah hanya mendapat kantong dompet tidak bersisa. Padahal ngumpulin recehan nunggu job datang. Ia kalau laris manis, kalau manis pahit (beberapa bulan). Kesenangan dapat membawa seorang wanita hanya sesaat. Setelah nonton atau makan malam, jangankan menghubungi? Kirim pesan saja mereka malas (awal ditolak secara halus).

Selain harta dan wanita, ini yang saya banggain

Sebenarnya saya kalau hitung-hitungan tanggal kelahiran, maka saya masih 29 tahun. Masih beberapa bulan lagi untuk mengatakan selamat datang pria umur 30 tahun.

Bila artis saja dapat menjaga kondisi tubuhnya seperti pria muda, maka saya pun berharap demikian. Beberapa pria dewasa yang berumur diatas 30 yang single sepertinya sudah tidak dapat menjaga kondisi tubuhnya. Ya, perut besar menunjuk cermin.

Katanya pria buncit di usia tua itu adalah tanda kemakmuran. Sugesti itu tentu ingin saya pangkas bahwa saya belum makmur. Memang saya tidak punya 2 kriteria pria sejati di usia 30, yaitu harta dan wanita. Setidaknya, saya punya satu kebanggaan bahwa perut saya masih belum terlalu buncit.

Kondisi ini seolah memberitahukan bahwa saya menjaganya dengan baik. Rajin berolahraga, dan tetap semangat. Itu diluar dari bentuk fisik saya sebenarnya.

...

Matahari terus memancarkan sinar terangnya dibalik jendela kamar. Apakah akhir pekan ini cerah? Beberapa pekerjaan rumah sudah menunggu seperti Liga Blogger Indonesia. Agenda akhir pekan di Semarang juga sedang ramai menutup Januari.

Menjadi pria yang keluar dari pakem, standarnya, mengejar mimpi, kadang terlihat menyedihkan. Ia terlihat pekerja keras, berwibawa, dan rendah diri. Tapi semuanya tak ada apa-apanya ketika dihadapkan dengan persoalan wanita dan harta.

Mungkin yang membuat tersenyum dirinya sendiri adalah saat bercermin dan melihat sisi perutnya. Ya, saya masih muda dan tidak buncit. Bahagia itu adalah saya sangat bangga dengan kondisi saya saat ini.

Mari kita piknik!

Gambar : Google ( Film Oh my Venus)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini