Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Jangan Biarkan Temanmu Menunggu
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
[Artikel 38#, kategori Motivasi] Di tempat yang sama, kembali saya sedang menunggu seseorang. Kali ini bukan wanita, tapi pria. Saya sudah janjian mau kopi darat di tempat ini. Ada sekitar 3 orang yang saya ajak kopdar 2 bulan terakhir di sini. Bertemu, silaturahmi dan bercerita kabar hari ini, selalu menyenangkan.
Rabu siang (8/3), saya sudah bergegas ke luar rumah di tengah terik siang bolong sebelum jam 12 siang. Masih dengan sepeda tentunya, tak perlu khawatir, saya sudah biasa.
Kopdar kali ini tidak punya tujuan tertentu seperti sebelumnya. Saya jadi ingat dengan pria yang umurnya beberapa tahun di bawah saya yang kopi daratnya di salah satu hotel yang berada di tengah kota. Kami berbicara tentang dunia blogging waktu itu. Ternyata dunia kami berbeda.
Sebelumnya, saya juga kopi darat dengan seorang perempuan di tempat yang sama. Itu bukan hotel, tapi di dalamnya ada gerai Tea House Tong Tji. Salah satu tempat asyik buat nongkrong di Semarang.
Saya suka datang lebih awal dan saya berharap komitmen ini bisa berjalan mulus. Maka jangan heran, saya pasti ada duluan setiap kopdar.
Menunggu itu tidak menyenangkan
Kopi darat terakhir saya ini ternyata gagal. Saya tidak ingin menyalahkan siapa-siapa. Siapa tahu, memang orangnya lagi sibuk dan lupa ngabarin. Meski membuang waktu saya, tapi saya coba terima dengan akal sehat.
Saya ingin mengambil hikmah dari kejadian ini, termasuk 2 orang yang kopi darat dengan saya sebelumnya. Menunggu itu tidak menyenangkan dari waktu yang sudah ditentukan.
Meski pada akhirnya menggunakan ilmu sabar dan percaya, tetap saja, membuat orang lain menunggu itu gak bagus dan gak baik. Itu pendapat saya.
Saat menunggu, saya selalu gugup. Apakah tamu kehormatan yang saya undang akan datang? Saya sudah menyiapkan beberapa kata-kata untuk menyambutnya. Karena tempatnya sangat ramah dikantong, saya akan membiarkan memilih menu lebih cepat.
Saat menunggu, saya juga merasa cemas. Apakah yang saya lakuin ini benar atau tidak? Karena waktu buat saya sangat berharga. Dan kebenaran juga beberapa jam sesudahnya nanti akan ada acara selanjutnya. Sangat terbatas dan semoga pertemuan kita bisa maksimal.
...
Lewat postingan ini, saya ingin kasih semangat buat orang-orang yang sudah berjanji ingin bertemu atau kopdar. Hargai apa yang sudah dibuat dan disepakati. Kalau memang sulit, kasih kabar.
Tentang kopdar saya dengan yang lain yang belum terlaksana awal tahun 2017 ini, saya ingin bertemu dengan momentum yang bagus. Semisal sudah beberapa tahun tidak bertemu atau saya ada kepentingan, termasuk kalian juga.
[Artikel 17#, kategori Tips] Saya sudah menghitung kira-kira berapa kuota yang dihabiskan untuk menonton siaran langsung sepakbola via streaming. Tentu Anda sekarang bisa mengukur biaya untuk menghabiskan kuota apabila tim kesayangan Anda akan bertanding hari ini.
Beberapa member di grup facebook Zenfone 2 sering banget berdiskusi tentang penggunaan smartphone merek Asus ini yang dikawinkan dengan jaringan 4G milik Smartphone. Penasaran juga, akhirnya saya mencobanya. Dan taraa....
Istilah pacaran jarak jauh atau LDR sudah banyak kita dengar dan lazim. Saya pun pernah mengalaminya dan akhirnya kandas semua. Tapi kalau pasangan suami istri LDR?
Begini rasanya ketika mertua datang ke rumah, nggak enakan. Padahal, cuma menjenguk cucu kesayangan. Tapi rasa malas yang biasa dirasakan sebelum nikah, berubah rasa risih. Serba salah, pokoknya.
[Artikel 14#, kategori Internet] Kalau dibandingkan operator lain yang sama-sama jaringan 4G, ternyata harga Smartfren mahal untuk harga 50 ribu. Meski keunggulan punya kecepatan yang lebih stabil dengan lainnya.
jadi blogger itu uang nya asal dari mana aja bang ?
BalasHapusHalo Danar,
HapusUangnya bisa dari review produk, liputan acara, tulisan berbayar, promosi di media sosial dan lomba blog.
*masih banyak lagi, dan yang saya tulis ini merupakan pengalaman saya saja