Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Resiko Blogger ; Acara yang Batal



Bahkan, untuk acara yang menggunakan tempat yang besar pun batal. Entahlah bagaimana perasaan panitia yang sudah memasang spanduk membentang di area lokasi acara. Sesuatu yang terkadang tidak bisa diterima.

Minggu siang (5/7), terik matahari benar-benar terang benderang. Namun itu bukan sebuah penghalang. Mengayuh sepeda diterik bolong ini sudah biasa beberapa tahun terakhir. Tentu ini ada tujuannya, bukan sekedar membakar kulit tangan yang tidak menggunakan jaket saat memutuskan pergi.

Lawang sewu ditempuh tidak lebih dari 30 menit dari rumah. Dengan mengakali rute jalanan biasanya, jarak tempuh memang lebih pendek. Dan harapan itu begitu tinggi untuk mencari tahu kabar acara yang sedang berlangsung, Lawan Sewu Expo 2015.

Setelah menaruh sepeda di deretan parkir sepeda motor, langkah kaki sudah tidak sabar melihat suasana yang sedang terjadi. Maklum, ini hari minggu tentu acara pasti ramai.

Namun apa yang terjadi? Tidak ada acara disini katanya, lho! Ini petugasnya yang keliru atau saya aja yang salah jadwal. Coba membuka smartphone dan mengecek website dotsemarang di halaman agenda, ternyata masih ada. Jadwalnya juga masih panjang.

Saya kembali memastikan dan bertanya lagi dengan petugas disana. Lantas petugas tersebut mengatakan, acara ini dibatalin. Entah karena apa alasannya. Buktinya tidak ada apa-apa disini.

*Lemas, lesu, seperti mencari air di padang pasir. Tubuh terhempas begitu saja.

...

Sedih juga mengetahui event seperti ini gagal dan entah bagaimana perasaan panitia. Saya pernah mengalami hal demikian dan itu buat pusing memikirkannya.

Disatu sisi, ini adalah kerugian dari saya yang menulis blog di dotsemarang. Resiko yang harus diterima saat semua harapan tidak tersampaikan. Meski niatnya baik. Kalau begitu, lebih baik menulis tentang diri sendiri saja atau diundang sebuah acara. Itu pasti tidak gagal.

"Resiko yang dihadapin blogger yang punya konten lokal adalah harapan yang tidak sesuai".

Salam blogger

Komentar

Postingan populer dari blog ini