Sedang Pedekate Dengan Anak Pertama, Ini Resikonya?


Gambar : Google

Ternyata benar, wanita paling mudah move on ketimbang pria. Mereka hanya sebentar merasa galau dan melupakan sebagian ingatannya terhadap mantan. Pria? Kadang kesepianlah yang mengingatkan kita tentang mereka.

Saat memasuki usia hampir kepala 30 tahun, mendekati wanita benar-benar penuh seleksi. Pedekate alias pendekatan begitu lancar digelar dan komunikasi mulus seperti jalan tol. Namun itu belum membuktikan bahwa calong pasangan tersebut adalah wanita yang akan menjadi pendamping. Mereka harus diuji (begitu kejam mengatakannya namun ketahuilah bagaimana umur saya tidak memberikan ruang untuk bermain-main lagi).

Layaknya tarik ulur benang layangan, wanita begitu responsif mengikuti tangan siapa yang menarik dan merenggangkannya hingga terbang ke langit. Tiba saatnya untuk mengujinya dengan cara mengulurnya.

Hasilnya, seperti layangan putus dan si tangan (pria) haruslah menarik agar ia tidak lepas. Artinya, wanita tipe ini membutuhkan sosok pria yang memperdulikannya dan memperhatikannya.

Ini bagian salahnya

Ternyata pengalaman dan sedikit belajar tentang sebuah hubungan saya baru ngeh bahwa wanita tipe ini adalah wanita yang dalam keluarganya adalah anak pertama.

Mereka cenderung bersifat acuh tak acuh, mandiri, dan penuh ego. Bila ia tipe pekerja, makin tambah rasa acuhnya dan sifat tidak menghiraukan sesuatu yang dirasa menganggu aktivitasnya.

Nasib kurang baik buat saya kalau begitu. Mengingat saya juga anak pertama dan saya rasa sama-sama anak pertama itu tidak cocok (mungkin).

Tipe saya jadinya sama, padahal saya mau juga diperhatikan dan dipedulikan. Butuh seseorang yang bertanya tetang hari ini apakah berjalan baik-baik saja. Ternyata itu tidak mudah.

Sebuah resiko

Yah, saya harus menerima sebuah sikap acuh tak acuh dan bahkan cenderung akan pergi selamanya bila tidak menarik benang layang-layang tersebut. sekedar memulai percakapan tidak penting atau yang sekedar manja. Bila itu tidak dilakukan, yah jadinya galau.

Saya tidak tahu bagaimana wanita ini berpikir ketika saya berharap yang sama yaitu sebuah perhatian. Bila membiarkan ego sama-sama berjalan berarti kita membiarkan pikiran ini selalu berbisik.

"Kalau sayang pasti dia hari ini memberi kabar atau sekedar bertanya. Kalau tidak, sama saja memberi harapan palsu'.

...

Pengalaman ini tentu hanya milik saya dan belum tentu sama seperti yang lain. Apalagi dengan umur saya sekarang yang tidak lagi bisa banyak bertingkah diluar. Saya berharap ini tidak benar.

Sebenarnya bukan anak pertama saja sih, anak bontot atau bungsu (ingat seseorang) yang sudah bekerja bahkan bisa cuek bebek juga. Yah, seseorang ini memang berbeda. Wanita selalu lebih baik untuk move on tentunya.

Yang pasti harus diingat bila Anda seorang wanita yang membaca ini, secuek apapun pria, ia adalah anak kecil saat bersama Anda. Yang membutuhkan perhatian dan dimanja serta rasa peduli meski kecil. Baginya Anda adalah kekuatan dan inspirasinya.

Priaseksi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nonton Film Pengabdi Setan