Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436H


Saya sempat ragu pagi harinya. Ini mau salat id dimana. Dekat rumah ini menggelar salat id yang memanfaatkan jalan sekitar komplek. Keraguan itu memuncak saat waktu terus berlalu dan baru saya sadar, alasan nggak pulang ke Samarinda itu apa?

Jleb! butuh beberapa menit untuk memastikan diri bahwa keputusan yang diambil berdampak dengan keputusan lainnya. Yah, saya mau nulis blog. Itu alasan saya tidak pulang ke Samarinda.

Akhirnya salat id di Masjid Agung Jawa Tengah adalah alternatif terbaik. Selain dari sisi sejarah, terbesar, wisata dan sebagainya, tidak salah jika lokasi yang juga dekat rumah ini diambil sebagai kesempatan.

Seperti biasa, jalanan macet parah untuk menuju lokasi MAJT. Naik sepeda atau motor? Hmm..yaudah naik motor. Dan salat Id kali ini seolah berkah bagi tukang parkir dadakan. Mereka memberi tarif 5 ribu rupiah permotornya.

Disinilah, salat id paling sering saya sukai. Mulai dari idul fitri hingga idul adha, dari bersama keluarga hingga hari ini sendirian, MAJT selalu memiliki kenangan sendiri. Ribuan jamaah tumpah ruah hingga meluber ke jalan-jalan.

Selamat hari raya idul fitri 1436h
Maafin saya dengan berbagai kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja.

...

Tahun 2015 keputusan tidak pulang harus saya ambil lagi. Merayakan dengan umat muslim di kota Semarang meski pada akhirnya hanya berdiam dirumah saja setelah salat.

Untung teknologi bisa memberi ruang lebih dekat untuk berkomunikasi. Alternatif skype setidaknya bisa melihat apa yang terjadi dirumah. Sedih juga sih tidak bersama keluarga maupun sahabat. Apalagi makanan hari raya, duh ini yang membuat lebih kangen.

Sempat berandai-andai ada tetangga yang mengirim makanan atau teman yang ditodong makanan rumahnya, sayangnya itu semua hanya sebuah harapan.

@asmarie_

Komentar

Postingan populer dari blog ini