Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Ukurannya yang Mungil, Membuat Acer Liquid M220 Aman dibawa Bersepeda


Semenjak memiliki smartphone berukuran 5 inci, saat memegang Acer Liquid M220 tampak berbeda daripada biasanya. Ukurannya yang 4 inci terasa mungil ditangan dan saat bersepeda terasa nyaman dan aman masuk ke kantong Jaket maupun celana.

Tanggal 13 Juli 2015, akhirnya ponsel ini tiba juga dirumah. Salah satu keberuntungan menjadi blogger inilah yang tidak saya sia-siakan untuk mencoba memaksimalkan penggunaannya. Untuk reviewnya saya sudah masukkan ke halaman dotsemarang DISINI.

Smartphone berbasis Windows Phone bagi saya memang sangat familiar setahun belakangan sebelum berganti menggunakan Zenfone 2, hadirnya Acer yang menggebrak pasar gadget dengan produk pertamanya berbasis windows ini cukup menarik kelihatannya.

Meski pasar yang diinginkan dari Acer Liquid M220 sendiri adalah untuk pengguna pemula yang belum pernah berpengalaman menggunakan OS Windows. Sisi psikologis pengguna baru yang diincar sepertinya.

Aktivitas saya sendiri selalu menggunakan sepeda sehari-hari. Mulai dari olahraga, santai hingga pekerjaan mencari bahan tulisan buat dotsemarang (mall, pasar, museum dsb) pasti menggunakan sepeda lipat dengan ciri khasnya keranjang depan.

Kalau biasanya gadget saya taruh di dalam tas pinggang, ukurannya yang tidak muat dikantong, Liquid M220 malah ditaruh di dalam jaket. Alasannya aman dan nyaman. Maklum saya belum pake headset bluetooth sehingga masih pake yang ada kabelnya.


Manfaat taruh dikantong :

  • Tidak ribet (kabel)
  • Ukurannya mungil dan pas dikantong
  • Nyaman dan tidak menganggu
  • Saat dapat objek, kamera sudah standbye (ukuran kamera 5MP)
  • Radio, dan Mp3 siap memanjakan telinga

Kekurangan
  • Apa yah? Masih dicari :D
...

Gadget yang kita miliki memiliki fungsi yang sangat banyak dari sekedar alat komunikasi. Disinilah peran penggunanya, apakah sekedar pengguna saja atau mereka yang memanfaatkan betul berbagai pengalaman yang menarik saat memakainya.

Baca lainnya : Ini Hasil Foto Acer Liquid M220

Acer Liquid M220 hanyalah satu diantara beribu-ribu ponsel yang kurang lebih sama di pasaran. Karena saya memilikinya, inilah cerita pengalaman menggunakannya.

Salam blogger

Komentar

Postingan populer dari blog ini