Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Jangan Mengeluh Saat Datang ke Sebuah Acara yang Telat dari Jadwalnya


Saya sudah mengatakan pada diri saya sendiri bahwa weekend itu waktunya beristirahat. Manja-manja dengan waktu dan bersikap acuh terhadap berbagai kegiatan yang mengundang hawa nafsu untuk datang. Kenyataannya? Saya terjebak di sebuah kampus yang ternyata akhir pekan disini juga super sibuk.

Sabtu, 5 September 2015, saya menghadiri acara yang berhubungan dengan instagram. Kebenaran juga para pembicaranya teman-teman satu komunitas dan saya juga menjadi bagian dari komunitas itu meski sekarang mulai jarang bersosialisasi lagi.

Tujuan utamanya adalah tentu menyambung tali silaturahmi dengan para dedengkot komunitas exploreSemarang. Ada pak bos Verry, mas Charles, Jodhi dan lainnya yang sulit dikenali untuk orang seperti saya yang jarang aktif.

Acaranya super telat

Tidak salah sebagian orang mengatakan bahwa telatnya sebuah acara identik dengan jam karet dan inilah Indonesia. Senyum kecil saya memang mampu mengiyakan dan menyakini diri sendiri tentang sebuah acara.

Maklum saja selama ini berkecimpung di komunitas, dotsemarang, saya memang sudah terbiasa dengan masalah telatnya peserta yang datang atau timing waktunya yang belum tepat. KopdarSMG adalah salah satunya yang selalu menunggu pesertanya yang dianggap raja.

Saya duduk sendirian diantara deretan kursi yang sudah tersusun rapi. Beberapa panitia hilir mudik memutuskan konsentrasi saya dengan smartphone yang saya maini. Setengah jam berlalu, masih biasa. Satu jam berlalu, mulai gelisah. Dan satu setengah jam berlalu ini membuat saya muak.

Pusingnya panitia

Berpikir dari sudut pandang saya yang datang pertama dan duduk sendirian tentu saya kelihatan murka meski dari dalam diri. Pengalaman mampu membuat saya lebih sabar.

Wajah-wajah panitia yang terlihat seolah jadi tontonan yang mengasyikkan. Beginilah susahnya jadi panitia. Apalagi untuk sebuah acara yang harus bayar 15 ribu dan hanya mendapat snack, mereka pasti sangat pusing.

Saya sempat juga berpikir acara begini masa berbayar juga sih. Iya tahu buat konsumsi atau pembayaran pembicara dan lain sebagainya. Tapi cara promosi mereka yang saya cari di linimasa tak ada kelihatan sama sekali benar-benar membuat saya lebih murka.

Apakah ini acara hanya buat seisi kampus dan mahasiswa baru? Atau buat komunitas instagram Semarang saja. Masa akun kota Semarang yang jumlah followersnya berjubel tidak ada satu pun yang digandeng. Padahal bila digandeng ini jadi mudah (pikiran seorang admin dan buzzer yang mencium keuntungan).

...

Pada akhirnya rasa sabar dan memahami situasi dari banyak pengalaman yang saya dapatkan, acara akhirnya berjalan lancar juga. Butuh ketenangan dan kesibukan personal seperti main smartphone untuk mengatasi kejenuhan. Tidak mungkin dong acara yang sudah mengambil uang saya ini bisa batal.

Semua indah pada waktunya. Pembelajaran hidup banyak saya temukan disini. Bersilaturahmi, mendapat teman baru dan tentu pengetahuan baru yang tidak pernah didapat di buku-buku yang ada di toko buku.

Buah kesabaran adalah kebahagiaan. Jangan buru-buru pergi tanpa kepastian!

Salam

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini