Liga Blogger Indonesia 2016 : Antara Wacana dan Kenyataan


Tanpa terasa beberapa bulan lagi sudah mendekati tahun 2016. Sebuah kompetisi yang mungkin bagi sebagian blogger yang sudah mengikuti, mendengar, merasa bangga, kecewa, dan apa pun motifnya, pasti mengetahui yang namanya Liga Blogger Indonesia. Di tahun keempatnya ini, saya dihadapkan pada sebuah kenyataan atau sekedar berwacana belaka. Dengarkan harapan saya.

Apakah masih diharapkan, kompetisi Liga Blogger Indonesia tahun 2016? Mengingat saat ini dunia blogging tanah air bagi sebagian orang sudah sangat menggiurkan, menguntungkan dan memberi berkah. Saya melihat timeline dari waktu ke waktu terus mempublish kisah blogger yang semakin mesra dengan berbagai brand maupun acara.

Apakah masih dibutuhkan, kompetisi Liga Blogger Indonesia tahun 2016? Setiap blogger kini dengan mudah membuat jadwal postingan. Tidak lagi mendengar kata vakum, malas menulis atau bla..bla lainnya. Semua yang saya kenal sudah sangat semangat menulis sekarang ini.

Apakah masih diinginkan, kompetisi Liga Blogger Indonesia tahun 2016? Yang ikut tahun-tahun sebelumnya sudah sangat kecewa karena ketidakjelasan hadiah. Boro-boro mendapatkan hadiah sesuai harapan, sudah mengorbankan waktu, pikiran dan tenaga, eh malah tidak dianggap karena yang juara hanya yang pertama.

Apakah masih memberi semangat, kompetisi Liga Blogger Indonesia tahun 2016? Kompetisinya begitu mulu. Kehilangan poin itu menyakitkan. Apalagi saat koneksi dan dikejar waktu, eh tetap kalah poin. Dan bodohnya panitia tidak tanggap soal poin. Malas deh!

Apakah saya sudah sadar, kompetisi Liga Blogger Indonesia tahun 2016 ini bukan untuk kategori saya? Ngeblog itu nggak perlu ada aturan, kapan pun, dimana pun, dan siapa pun pasti bisa menulis blog. Kompetisi yang aneh buat saya sekarang, kecuali yang dulu saat masih belajar.

...

Jawaban-jawaban diatas mungkin akan mudah dijawab bagi mereka yang sudah pernah mengikuti kompetisi Liga Blogger Indonesia. Ini adalah pilihan kalian dan mungkin sekarang, LBI tidak begitu menantang atau menarik lagi.

Saya punya waktu 3 bulan dari sekarang untuk menjadikan kompetisi ini kembali bergulir seperti tahun-tahun sebelumnya. Memberi tantangan, memberi poin, memeriksa setiap postingan, menghitung jumlah komentar dan memastikan semua benar.

Tahun 2015, saya berhasil melewati hadangan yang saya ciptakan sendiri. Toh, tidak semua blogger menyelesaikan kompetisi hingga akhir. Dari sekian banyak peserta, saya tetap bangga dengan mereka yang berhasil hingga akhir. Perjuangan saya tidak sia-sia.

Akhir-akhir ini wacana Liga Blogger semakin menggrogoti pikiran saya. Termasuk komentar di blog pribadi, maupun grup line yang ternyata masih ada yang menengok.

Saya harus membuka mata kembali tentang saya sendiri dan masalah yang sama tiap kompetisi ini digulirkan. Berapa banyak hadiah yang bisa diberikan, sponsor yang menolak kesekian kalinya, donasi yang kurang menarik lagi, dan tim works yang tidak seperti dulu lagi. Saya benar-benar sendiri saat ini.

Saya begitu memperjuangkan hak-hak peserta Liga Blogger tapi disatu sisi saat saya mencoba meminta hak saya dengan mereka sepertinya saya masih belum bisa. Jangankan memungut biaya untuk dikumpulkan menjadi hadiah buat mereka sendiri, intinya mandiri, beristirahat saja sepertinya tidak bisa jika kompetisi ini digulirkan.

Bikin ribet, mengapa tidak dilepaskan saja? Pikiran negatif saya bila mendengarkan sebagian orang mendengar keluh kesah saya. Tapi entahlah, saya menikmati dengan nyaman setiap kompetisi ini kembali ramai dibicarakan.

Saya masih ingat beberapa tahun lalu saat memproklamirkan ide ini di depan banyak blogger, petinggi sebuah portal berita dan orang-orang yang masih saya percaya waktu itu. Saya tidak berubah hingga sekarang, tetap menjadi blogger bodoh yang merealisasikan sesuatu dengan tangan sendiri.

Apakah sudah dipikirkan tentang Liga Blogger musim depan? Masih berminat? Tertarik dan menguji diri dengan kompetisi untuk menjadi blogger terbaik seantero negeri?

Saya butuh dukungan dan harapan tinggi dari kalian. Apapun alasannya, LBI memberi sesuatu yang berbeda dengan lomba-lomba pada umumnya. Bukan hadiah yang kita dapatkan disini. Bila juara itu adalah bonus. Tapi keterikatan, keterpaksaan, kerinduan dan wujud tali silaturahmi itulah yang dapat saya jaminkan bila kompetisi ini kembali digulirkan.

Terimakasih.

Baca artikel lainnya tentang Liga Blogger disini.
Maukah berjuang bersama lewat Liga Blogger Indonesia lagi tahun 2016?
Saya tunggu komentar terbaik dari kalian dibawah ini.


Komentar

  1. Dan semoga LBI tetap bergulir di tahun 2016. Secara tidak langsung ada bahan blogwalking tanpa susah-susah cari blog yang mau dibaca setiap minggunya. Semangat mas.. Saya dan pastinya banyak orang mensupport mu dari belakang, walaupun hanya sebatas do'a.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe.. benar juga. Menarik buat sebagian. Terima kasih dukungannya meski doa. Sekalian, doakan juga semoga ada yang menarik dari kompetisi ini agar ada yang sedikit membantu memberi donasi.

      Hapus
  2. LBI, tempat nongkrong yang asyik untuk bisa saling menyapa satu sama lain dalam silaturahmi yang erat lewat blogwalking dan semoga LBI tidak hilang begitu saja dan masih bertahan di tahun 2016 dan selanjutnya.

    Semangat LBI 2016

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hei bro,

      Soal tempat nongkrong saya berpikir ini semacam angkringan di Semarang. Itu ide bagus. Mungkin saya akan menuliskannya dalam blog ini soal tempat nongkrong dunia mayanya blogger.

      Saya berharap juga seperti itu. Sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan itu membuat sedih bila harus dilepaskan.

      Terima kasih, yah.

      Hapus
  3. Harus ada lagi. Aku harus balas dendam gara2 terpental dari klasemen 5 di 2014 jadi 15 di 2015. Haha

    Aku kurang sreg kalo tiap peserta disuruh bayar. Nantinya niat peserta bisa mengarah ke judi (meski tergantung niat masing2). Daripada urunan mendingan aku jadi sponsor :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha.. semangat positif yang harus segera direalisasikan tentunya.

      Bukan-bukan. Terlalu jauh berpikir ini sebuah permainan judi. Pernah ikut liga sepakbola di lingkungan sekitar, sekolah atau satu kota. Saya sering banget ikutan kompetisi sepakbola tersebut.

      Dimana untuk bisa membawa klub saya berkompetisi saya harus membayar uang pendaftaran. Dan hanya itu untuk menjadi bagian kompetisi.

      Karena LBI dikelola oleh pereorangan bukan perusahaan, hadiah bila diambil dari uang pendaftaran bukannya itu tidak apa-apa. Dan lebih mandiri. Saya tidak melihat sebuah keuntungan disana, apalagi jerih payah saya malah tidak ada yang membayar.

      Silahkan saya tunggu realisasinya soal sponsor.
      Terimakasih

      Hapus
  4. Mendukung di adakan lagi, walaupun edisi 2015 ini diriku sukses keluar dari big ten> Etapi....pernah gak sih aku masuk big ten.

    Yg jelas, sebisaku...InsyaAllah ikut LBI lagi. Postingannya kan flexible, mau lomba atau jadi job ripiu kan boleh didaftarin postingan LBI. Iya kan? *iyaaa*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe.. terimakasih tanggapan, komentar dan dukungan positif ini.
      Senang mendengarnya.

      Salam

      Hapus
  5. Masih minat sih karena aku ingin berkarya, memperbaiki bahasa, meningkatkan kepercayaan diri melalui blog. Mas Asmari hebat bisa berjalan sendiri, tetap semangat ya…! Untuk liga blogger musim depan terpikir sih udah cuman belum tahu mau nulis apa. Hehe. Aku tertarik Tertarik dan ingin menguji diri dengan kompetisi untuk menjadi blogger terbaik seantero negeri , namun menjadi blogger terbaik masih butuh proses dan keberanian. Sukses deh buat LBI.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih dan ini jadi semangat saya juga.

      Ayooo :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini