Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Pria Jago Masak itu...


Satu hal yang disenangi wanita tentang pria adalah pandai memasak. Apalagi saat bangun pagi, wanita suka sekali diberi kejutan dengan sebuah piring yang dapat tersenyum. Ya, telur mata sapi dengan sosis yang diberi warna merah saos. Selamat pagi, sayang.

Semarang pagi ini sudah dilanda hujan. Apakah ini berkah tersendiri bagi warga yang merayakan momen Imlek. Apalagi tiap tahun di sini, selalu ada acara yang digelar rutin yakni Pasar Imlek Semawis. Semoga ini bukan kendala buat acara yang masuk agenda kota Semarang.

Tentang pria jago memasak

Saya akui, saya sendiri tidaklah jago-jago amat memasak. Kalau cuma masak beras, buat mie goreng, atau nasi goreng rasa asam manis (nggak jelas), saya dan sebagian pria yang apa adanya pasti dapat melakukannya.

Berbeda dengan seseorang yang saya ceritakan dalam postingan ini. Aigoo (efek film Korea)... Lama juga nggak nulis tentang orang ini. Pria kacamata yang rajin disaat bos datang, konsisten kambuhan dan sedang berusaha menjalin hubungan asmara. Tapi entahlah, mana wanita yang bersuara ditengah malam itu.

Sebagai pria yang apa adanya, ia memiliki skill diatas rata-rata pria seperti saya untuk urusan memasak. Pengakuannya pun datang dari orang rumah. Bila disuruh milih memasak, pria ini akan jadi pilihan utamanya. Apapun bisa ia lakukan meski akhirannya, dapur terkadang lupa dibersihkan.

Pengalamannya juga menjadi bahan dasar utama yang dapat mengalahkan bahan-bahan dapur. Ia pandai memilih bumbu dapur. Entah, apakah ini bakat turunan dari orang tuanya atau ia hanya berusaha mencoba. Mau tidak mau, seisi rumah jadi bahan percobaan menu masakannya. Kalau enak, ia patut dipuji dan dipertahankan. Bila tidak, ia terpaksa kena bully (setidaknya itu demi kebaikan).

Apakah bisa memasak semua makanan? Oh nggak, pria ini hanya diatas satu level dari pria yang hanya pandai memasak nasi atau air. Jadi jangan berpikir ia sejajar dengan koki Internasional, meski ia punya sertifikat juga. Ups..bukan sertifikat maksudnya, tapi ijazah sekolah . 

Saya yakin, wanita yang akan jadi pasangannya kelak akan bahagia mendapatkan sosok pria ini. Sanjung dan puja-puji dia, pasti membuat banyak orang bahagia. Meski kadang terlalu lebay.

...

Ketika masih banyak para wanita di dunia berharap para pria yang harus duluan mengatakan cinta atau mengejar kalian, para pria saat ini sudah pandai memasak. Bukankah dulu tugas wanita condong ke dapur dan pria lebih soal tenaga. Hmm...

Hotel-hotel berbintang yang pernah saya kunjungi, punya juru masak pria dan memiliki sertifikat Internasional. Restoran mahal pun demikian. Pria bisa melakukan apa yang dulunya dilakukan wanita.

Ketika para pria bertransformasi lebih hebat dari wanita, ia memiliki anugerah tersendiri. Namun sisi pria lainnya yang tak dapat diubah adalah ketika mereka malu. Mengapa tidak mengejar mereka saja sebagai pasangan hidup. Toh, para wanita, pria yang jago masak ini pasti akan membahagiakan kalian.

Sudah bangun?
(Film drama Korea; adegan wanita bangun, si pria membawakan sarapan)

Komentar

Postingan populer dari blog ini