Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Sifat Pelupa yang Semakin Parah


Menjadi pelupa itu tidak menyenangkan. Menganggu, membuat kepercayaan menjadi ragu dan membuat marah yang tidak beralasan karena itu-itu saja ceritanya. Benarkah, sifat pelupanya semakin parah?

Lahir tahun 1990 itu berarti tahun ini sudah berumur 26 tahun. Umur yang seharusnya belum terlalu cepat mengalami penurunan daya ingat. Namun yang terjadi memang demikian.

Banyak hal sebenarnya untuk melihat sisi kekurangan seseorang. Tapi bila sudah menyangkut kepentingan banyak orang, ini tidak dapat didiamkan. Kepercayaan jadi pertaruhannya.

Saat membeli buku yang berhubungan dengan pelupa, saya harus tahu juga bagaimana kemampuan seseorang mengapa menurun. Mungkin ngeselin tapi kadang juga kasihan. Ngeselin karena ia terlalu sering lupa dan kasihannya adalah ia menjadi korban bully namun dengan wajah tidak berdosa.

Sekedar mengingatkan bahwa sifat pelupa yang dialami ini sudah terlalu parah. Semoga orangnya sadar dan mendengar saran yang sering saya katakan. Catat di ponselmu ketika ada hal yang penting.

*ketika ponsel saja bisa ketinggalan, maka apa yang bisa kamu tanggalkan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini