Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Lebaran dan Jaga Kucing


Saya selalu merasa gelisah saat meninggalkan rumah di Semarang. Meski kenyataannya bukan rumah yang saya khawatirkan. Dua ekor kucing yang berwarna hitam dan putih ini yang saya khawaitrkan. Kira-kira makannya gimana ya, kalau saya tinggal?

Lebaran tahun ini saya tidak mudik. Seperti tahun sebelumnya, saya memilih tinggal di rumah saja. Bagaimana kedua orang tua dan keluarga? Saya tidak tahu lagi deh, bagaimana perasaan mereka. Mungkin mereka hanya bisa menghela nafas dengan kelakuan saya ini.

Tapi dibalik momen lebaran ini, saya sedikit mendapat hikmah dengan bisa merawat kucing-kucing saya ini. Beberapa kali saya tinggalin dulu, kucing terkadang saya titipkan sama security rumah atau teman yang tidak mudik. Sekarang sepertinya saya tidak merepotkan orang lain menjaga kucing saya ini.

Yang berwarna putih itu adalah induknya atau ibunya atau Winky. Sedangkan yang hitam adalah anaknya yaitu Pu. Entahlah sejak kapan mereka melakukan hubungan terlarang sampai-sampai si ibu sudah hamil lagi sekarang.

Dalam dunia binatang memang tidak ada batasan. Dan bunting kali ini bukan lah yang pertama. Sebelumnya beberapa kali, dan anaknya saya kasih ke tetangga.

Ada 1 lagi kucing yang seharusnya ada di dalam kandang. Adalah Tinky, pasangan Winky dan tentu si ayahnya. Namun karna si anak adalah pejantan juga, kadang mereka berantem. Hampir setengah tahun terpaksa saya lepas si Tinky  dan kini dipelihara tetangga.

Merawat mobil 

Selain pekerjaan merawat kucing saat lebaran kali ini, saya juga harus merawat mobil-mobil yang ditinggali pemiliknya, keluarga. Setidaknya mobil-mobil mereka tidak perlu dilepas atau dicabut kabel-kabel akinya.

Ya, tips meninggalkan kendaraan lebih lama memang harus mencabut kabel yang terhubung dengan listriknya atau akinya. Katanya biar tidak rusak. Entahlah, saya tidak tahu menahu juga. Punya mobil itu terkadang pusing juga mikirin pajaknya tiap tahun yang gede-gede.

...

Memiliki binatang peliharaan terkadang buat pusing dan khawatir saja saat momen lebaran atau mudik. Apalagi mudiknya lebih dari seminggu yang artinya lamaaaa.

Di Semarang saya belum pernah sama sekali menaruh binatang peliharaan ke penitipan binantang. Alasannya karna saya belum butuh dan masih bisa dihandle. Saya masih bisa minta bantuan teman atau orang lain sekedar memberi makan dan minum.

Karena keputusan saya berlebaran seorang diri di Semarang, maka saya punya cerita menarik saat melaksanakan salat Idul fitri. Ditunggu postingan setelah ini.

*Ada yang mau kucingnya diinapin ? hehe..

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini